HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Sertu Yusa Temukan Lonjakan Harga Sembako di Krangkeng, Indramayu! Bawang Merah Melonjak Rp48.000, Daging Sapi Rp150.000 – Waspada Inflasi Pangan di Tengah Masyarakat!


Indramayu – Situasi harga kebutuhan pokok di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, menunjukkan tanda-tanda kenaikan yang cukup signifikan pada beberapa komoditas strategis. Hal ini terungkap dari hasil monitoring langsung yang dilakukan Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Sertu Yusa, pada Senin, 9 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Toko Berkah, Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng.

Dalam kegiatan pemantauan harga sembilan bahan pokok (sembako) tersebut, Sertu Yusa mencatat adanya tren kenaikan harga pada mayoritas item, meskipun beberapa komoditas utama masih relatif terkendali. Situasi di toko dan sekitar wilayah berjalan tertib serta aman tanpa adanya gangguan atau indikasi penimbunan barang.

Berikut rincian harga sembako terkini yang berhasil dipantau langsung oleh Babinsa Sertu Yusa:

1. Beras (1 kg) : Rp12.000 – turun (kabar baik bagi konsumen).  
2. Minyak goreng (1 kg) : Rp16.000 – tetap stabil.  
3. Telur ayam (1 kg) : Rp38.000 – harga naik.  
4. Daging ayam (1 kg) : Rp38.000 – tetap.  
5. Daging sapi (1 kg) : Rp150.000 – harga naik.  
6. Gula pasir (1 kg) : Rp16.000 – harga naik.  
7. Bawang merah (1 kg) : Rp48.000 – harga naik tajam.  
8. Bawang putih (1 kg) : Rp42.000 – harga naik.  
9. Kacang kedelai (1 kg) : Rp19.000 – harga naik.  
10. Jagung (1 kg) : Rp11.000 – harga naik.

Kenaikan harga bawang merah mencapai Rp48.000 per kg menjadi sorotan utama karena komoditas ini sering memicu inflasi pangan lokal. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan wilayah tetangga seperti Cikedung (Rp30.000) dan Haurgeulis (Rp40.000) pada hari yang sama. Bawang putih Rp42.000 juga berada di level atas dibandingkan pantauan di kecamatan lain. Selain itu, lonjakan pada daging sapi Rp150.000, telur ayam Rp38.000, gula pasir Rp16.000, kedelai Rp19.000, dan jagung Rp11.000 menunjukkan tekanan harga yang cukup kuat di Krangkeng.

Sertu Yusa menjelaskan bahwa monitoring ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mendeteksi dini gejolak harga dan melaporkannya ke rantai komando. “Kami terus awasi agar masyarakat tidak dirugikan oleh kenaikan tidak wajar. Data ini akan menjadi bahan evaluasi untuk langkah-langkah pengendalian lebih lanjut,” ujarnya.

Meskipun ada kenaikan pada beberapa item, harga beras yang turun menjadi Rp12.000 per kg dan minyak goreng yang stabil di Rp16.000 memberikan sedikit keringanan bagi rumah tangga. Pasokan barang di toko tersebut terpantau mencukupi, tanpa adanya kekurangan stok yang mencolok.

Laporan lengkap beserta catatan lapangan telah disampaikan secara resmi kepada Dandim 0616/Indramayu melalui Koramil 1610/Krangkeng. Kehadiran Babinsa seperti Sertu Yusa di lapangan menjadi krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat desa, terutama di tengah fluktuasi harga nasional yang masih berlangsung.

Warga Desa Tegalmulya dan sekitarnya diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja sambil memantau perkembangan harga. Upaya pengawasan rutin oleh TNI diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi pangan di wilayah Krangkeng agar tidak semakin membebani daya beli masyarakat menjelang periode rawan seperti Ramadan.

Peran aktif Babinsa dalam monitoring harga sembako ini sekali lagi membuktikan komitmen TNI untuk mendampingi rakyat menghadapi tantangan ekonomi sehari-hari. Semoga dengan data akurat dari lapangan, langkah cepat dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait dapat segera diambil untuk menstabilkan harga kembali.

Posting Komentar