HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serma Ahmad Sugito Turun Langsung Pantau Harga Sembako di Terisi, Cabai Tembus Rp80 Ribu per Kilogram


INDRAMAYU — Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok terus dilakukan aparat teritorial di wilayah Kabupaten Indramayu. Kali ini, Serma Ahmad Sugito, anggota Koramil 1613/Terisi, turun langsung melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako di Toko Dio Putra, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut bertujuan memastikan perkembangan harga kebutuhan pokok tetap terkendali serta ketersediaan barang aman di tingkat pedagang. Monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.

Serma Ahmad Sugito mengatakan, pemantauan rutin menjadi bagian dari tugas pembinaan wilayah sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi warga.

“Kami melaksanakan pengecekan harga secara langsung di toko dan pasar untuk memastikan harga relatif stabil dan stok tersedia. Jika ada kenaikan signifikan, akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya di sela kegiatan.

Dari hasil monitoring, harga beras di wilayah tersebut tercatat Rp13.000 per kilogram. Minyak goreng dijual Rp16.000 per kilogram, sementara telur ayam berada di angka Rp30.000 per kilogram.

Untuk komoditas hortikultura, harga cabai rawit hijau terpantau cukup tinggi, mencapai Rp80.000 per kilogram. Sementara cabai merah berada di kisaran Rp32.000 per kilogram.

Harga gula putih tercatat Rp18.000 per kilogram. Adapun bawang merah dijual Rp36.000 per kilogram dan bawang putih Rp38.000 per kilogram.

Di sektor protein hewani, harga daging ayam terpantau Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi berada di angka Rp145.000 per kilogram.

Menurut Serma Ahmad Sugito, secara umum harga bahan pokok di wilayah Terisi masih dalam batas wajar meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi, terutama pada cabai rawit hijau yang mencapai Rp80.000 per kilogram.

“Kenaikan harga cabai biasanya dipengaruhi faktor pasokan dan cuaca. Namun secara keseluruhan, stok masih tersedia dan tidak ada kelangkaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan monitoring ini tidak hanya berfokus pada pencatatan harga, tetapi juga menjalin komunikasi dengan pemilik toko dan pedagang guna mengetahui kondisi distribusi barang dari tingkat pemasok.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas perdagangan dinilai memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk pengawasan agar tidak terjadi praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat.

Monitoring harga sembako merupakan salah satu bentuk deteksi dini terhadap potensi gejolak sosial akibat fluktuasi harga kebutuhan pokok. Dengan pemantauan berkala, perkembangan situasi ekonomi di wilayah dapat diketahui lebih cepat dan langkah antisipatif dapat segera diambil.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, situasi di Desa Rajasinga dan sekitarnya terpantau aman serta kondusif. Aktivitas jual beli di toko dan pasar berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Langkah cepat Serma Ahmad Sugito ini menegaskan komitmen Koramil 1613/Terisi dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Dengan pengawasan rutin dan koordinasi berkelanjutan, diharapkan harga bahan pokok tetap terkendali sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan tenang.

Posting Komentar