Babinsa Serma Ahmad Sugito Monitoring Harga Sembako di Terisi, Pastikan Stabilitas Pasar Jelang Ramadan
INDRAMAYU — Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan di Kabupaten Indramayu. Salah satunya melalui kegiatan pemantauan harga bahan pokok yang dilakukan Babinsa di wilayah binaan guna memastikan ketersediaan serta kestabilan harga sembako di tingkat masyarakat.
Anggota Koramil 1613/Terisi, Serma Ahmad Sugito, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Senin (9/3/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan melakukan pengecekan langsung di Toko Dio Putra yang berada di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi. Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sejumlah komoditas penting yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pemantauan harga sembako ini merupakan bagian dari tugas aparat teritorial dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah binaan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga bahan pokok di pasaran, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, Serma Ahmad Sugito melakukan komunikasi langsung dengan pemilik toko serta pedagang untuk memperoleh informasi terkait harga terbaru berbagai bahan pokok yang dijual kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, sejumlah komoditas pangan utama masih tersedia dengan harga yang relatif stabil meskipun beberapa di antaranya mengalami sedikit penyesuaian harga.
Untuk komoditas beras, harga saat ini berada di kisaran Rp12.000 per kilogram. Harga tersebut masih tergolong stabil dan menjadi salah satu bahan pokok yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat.
Sementara itu, harga minyak goreng tercatat berada di kisaran Rp20.000 per kilogram. Minyak goreng merupakan salah satu komoditas penting dalam kebutuhan rumah tangga sehingga stabilitas harganya menjadi perhatian masyarakat.
Harga telur ayam di wilayah tersebut saat ini berada di angka Rp29.000 per kilogram. Komoditas ini juga menjadi salah satu bahan pangan yang cukup banyak diminati karena mudah diolah dan relatif terjangkau.
Untuk komoditas cabai rawit hijau, harga tercatat sekitar Rp45.000 per kilogram. Harga cabai memang dikenal cukup fluktuatif tergantung pada ketersediaan pasokan di pasar.
Sedangkan gula putih saat ini dijual dengan harga sekitar Rp18.000 per kilogram. Gula pasir menjadi salah satu bahan pokok penting yang hampir selalu digunakan dalam kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil di bidang kuliner.
Harga cabai merah di wilayah tersebut tercatat berada di kisaran Rp28.000 per kilogram. Meski mengalami perubahan harga dari waktu ke waktu, komoditas ini masih banyak dibutuhkan sebagai bahan utama dalam berbagai masakan.
Selain itu, harga bawang merah terpantau berada di angka Rp30.000 per kilogram, sementara bawang putih dijual dengan harga sekitar Rp35.000 per kilogram.
Kedua jenis bawang tersebut merupakan bahan dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai jenis masakan masyarakat Indonesia.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam di wilayah Kecamatan Terisi saat ini berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi dijual dengan harga sekitar Rp130.000 per kilogram.
Meski beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga, aktivitas perdagangan di toko maupun pasar sekitar wilayah tersebut tetap berjalan normal. Masyarakat masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa adanya gangguan distribusi.
Serma Ahmad Sugito mengatakan bahwa kegiatan monitoring harga bahan pokok akan terus dilakukan secara berkala guna mengetahui perkembangan kondisi pasar di wilayah binaan.
Melalui kegiatan ini, aparat kewilayahan dapat memperoleh gambaran langsung mengenai situasi ekonomi masyarakat sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan.
Selain itu, monitoring ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas wilayah serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Selama pelaksanaan kegiatan monitoring berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kendala maupun gangguan yang dapat menghambat aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
Dengan adanya pemantauan rutin dari aparat teritorial, diharapkan perkembangan harga bahan pokok di wilayah Kecamatan Terisi dapat terus terkontrol sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
