Harga Sembako di Krangkeng Naik, Babinsa Koramil Krangkeng Turun Langsung Pantau Pasar
Pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan aparat di wilayah Indramayu guna memastikan stabilitas harga di tengah dinamika pasar. Kegiatan ini berlangsung di PD Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Jumat (27/3/2026) sejak pagi hari.
Monitoring tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Kadilan, yang turun langsung ke lapangan untuk mengecek harga sejumlah komoditas penting. Dari hasil pemantauan, sebagian besar bahan pokok terpantau mengalami kenaikan harga, meskipun kondisi pasar tetap berjalan normal.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga beras justru mengalami penurunan menjadi Rp12.000 per kilogram. Sementara minyak goreng masih bertahan di harga Rp17.000 per kilogram. Namun, sejumlah komoditas lain mengalami kenaikan, di antaranya telur ayam Rp29.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi mencapai Rp130.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada gula pasir yang kini dijual Rp16.000 per kilogram. Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah tercatat Rp48.000 per kilogram dan bawang putih Rp42.000 per kilogram. Selain itu, kacang kedelai naik menjadi Rp19.000 per kilogram dan jagung Rp11.000 per kilogram.
Babinsa Kopka Kadilan mengatakan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kestabilan harga serta mengantisipasi lonjakan yang dapat memberatkan masyarakat.
“Kami rutin melakukan pengecekan langsung ke pasar untuk mengetahui perkembangan harga sembako. Dari hasil hari ini, memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, namun secara umum masih dalam batas wajar dan ketersediaan barang masih aman,” ujarnya di sela kegiatan.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Singakerta, Siti (45), mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, faktor distribusi menjadi salah satu penyebab utama.
“Beberapa barang naik karena pasokan dari luar agak tersendat. Tapi pembeli masih tetap ada, walaupun kadang mereka mengurangi jumlah belanja,” kata Siti.
Hal senada disampaikan pembeli lainnya, Rahmat (38), yang mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga pada kebutuhan sehari-hari.
“Harga daging sama telur terasa naik. Jadi sekarang belanja harus lebih diatur supaya cukup,” ungkapnya.
Meski demikian, aktivitas jual beli di pasar tetap berlangsung normal. Tidak terlihat adanya kepanikan dari masyarakat, dan stok barang di lapak pedagang masih tersedia.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di pasar dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Aparat juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar.
Dengan adanya pemantauan langsung dari Babinsa, diharapkan perkembangan harga sembako di wilayah Krangkeng dapat terus terkontrol, sehingga tidak menimbulkan gejolak yang berdampak luas bagi masyarakat.
