Pantau Harga Sembako, Babinsa Haurgeulis Temukan Fluktuasi Sejumlah Komoditas
INDRAMAYU — Pemantauan harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan guna memastikan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga. Kali ini, kegiatan tersebut dilakukan di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, dengan menyasar kios dan toko sembako di desa binaan.
Anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Serka Tardi, melaksanakan monitoring harga sembako pada Selasa (31/3/2026) mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga di tingkat pedagang sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas terpantau mengalami fluktuasi harga, baik kenaikan maupun penurunan. Beras medium misalnya, yang sebelumnya berada di harga Rp13.200 per kilogram, kini turun menjadi Rp13.000 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng tercatat stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Komoditas lain seperti jagung dan kedelai lokal juga tidak mengalami perubahan harga, masing-masing berada di kisaran Rp13.000 dan Rp10.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa bahan pokok justru mengalami kenaikan harga. Gula pasir naik dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Harga telur ayam juga tercatat mengalami kenaikan, yakni berada di angka Rp32.000 per kilogram.
Untuk komoditas hortikultura, bawang merah mengalami penurunan harga cukup signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih terpantau stabil di harga Rp40.000 per kilogram.
Harga daging sapi masih bertahan di angka Rp140.000 per kilogram, sementara daging ayam justru mengalami penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Serka Tardi menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas aparat teritorial dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Dengan pemantauan langsung, perkembangan harga dapat diketahui secara aktual dan menjadi bahan laporan bagi pihak terkait.
“Monitoring ini penting untuk memastikan harga sembako tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau aman dan aktivitas perdagangan berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi lonjakan harga, terutama pada komoditas yang memiliki tingkat konsumsi tinggi di masyarakat. Selain itu, kehadiran aparat di tengah aktivitas ekonomi warga juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi di wilayah binaan.
Dengan adanya pemantauan rutin, diharapkan stabilitas harga sembako di wilayah Haurgeulis dapat terus terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
