Babinsa Koptu Apih Santosa Turun Langsung ke Pasar! Harga Sembako Haurgeulis Dipantau Ketat, Gula dan Telur Jadi Sorotan
INDRAMAYU – Aksi sigap kembali ditunjukkan Babinsa Desa Haurgeulis, Koptu Apih Santosa, yang turun langsung ke lapangan memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Haurgeulis, Jumat pagi (17/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga sembako.
Kegiatan pemantauan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dilakukan di sejumlah kios dan toko sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis. Kehadiran Koptu Apih Santosa sebagai anggota Koramil 1615/Haurgeulis menunjukkan peran aktif TNI dalam membantu pemerintah memastikan harga bahan pokok tetap terkendali.
Dalam hasil pemantauan tersebut, sebagian besar harga kebutuhan pokok terpantau stabil. Namun, terdapat beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan.
Untuk beras medium, harga masih berada di angka Rp13.000 per kilogram dan terpantau stabil. Begitu pula dengan minyak goreng yang dijual Rp17.000 per kilogram, serta jagung di harga Rp13.000 per kilogram, keduanya tidak mengalami perubahan.
Sementara itu, kedelai lokal juga masih stabil di angka Rp10.000 per kilogram. Namun, kenaikan terjadi pada komoditas gula pasir yang sebelumnya Rp17.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp17.500 per kilogram.
Kenaikan juga terlihat pada harga telur ayam yang kini berada di kisaran Rp32.000 per kilogram. Meski demikian, beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Bawang merah misalnya, yang sebelumnya dijual Rp35.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp30.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada daging ayam yang saat ini berada di harga Rp35.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp37.000.
Untuk bawang putih, harga masih stabil di angka Rp40.000 per kilogram, sementara daging sapi tetap berada di harga Rp140.000 per kilogram tanpa perubahan.
Menurut Koptu Apih Santosa, kegiatan pemantauan ini merupakan langkah rutin yang dilakukan guna memastikan stabilitas harga sembako tetap terjaga. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah adanya praktik penimbunan barang maupun spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Pemantauan ini penting agar harga tetap terkendali dan masyarakat tidak dirugikan oleh lonjakan harga yang tidak wajar,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Selain mengawasi harga, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan transparansi di pasar, sehingga para pedagang dapat menjalankan usahanya secara jujur dan terbuka. Dengan demikian, kepercayaan antara penjual dan pembeli dapat terus terjaga.
Masyarakat pun menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Babinsa. Mereka merasa lebih tenang dengan adanya pemantauan langsung dari aparat, karena dapat meminimalisir potensi lonjakan harga yang tidak terkendali.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan seperti biasa tanpa adanya gangguan berarti.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan stabilitas harga sembako di wilayah Haurgeulis dapat terus terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap stabil dan kesejahteraan warga dapat meningkat.
Peran aktif Babinsa seperti yang ditunjukkan Koptu Apih Santosa menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam membantu mengatasi persoalan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
