HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Sertu Kadani Turun Langsung ke Pasar, Bongkar Fakta Kenaikan Harga Sembako di Indramayu!


Indramayu, 21 April 2026 — Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Di tengah dinamika ekonomi masyarakat, peran aparat teritorial terbukti semakin penting. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Sertu Kadani, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako di PD Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekaligus memastikan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar juga memberikan rasa aman bagi para pedagang maupun pembeli.

Dari hasil pemantauan di lokasi, ditemukan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas penting. Beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, sementara sebagian lainnya terpantau stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan.

Untuk komoditas beras, harga terpantau berada di angka Rp12.000 per kilogram dan mengalami penurunan. Kondisi ini sedikit memberikan angin segar bagi masyarakat, mengingat beras merupakan kebutuhan utama sehari-hari.

Sementara itu, harga minyak goreng tercatat stabil di angka Rp16.000 per kilogram. Stabilitas harga ini dinilai cukup membantu pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada komoditas tersebut.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada beberapa bahan pangan lainnya. Harga telur ayam mengalami kenaikan menjadi Rp32.000 per kilogram. Kenaikan ini cukup dirasakan oleh masyarakat karena telur merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi.

Daging ayam masih bertahan di harga Rp36.000 per kilogram tanpa perubahan. Meski stabil, harga ini tetap menjadi perhatian karena berada di level yang cukup tinggi bagi sebagian kalangan.

Kenaikan juga terjadi pada daging sapi yang kini mencapai Rp150.000 per kilogram. Lonjakan harga ini berpotensi menekan daya beli masyarakat, khususnya menjelang momen-momen tertentu yang biasanya meningkatkan konsumsi daging.

Selain itu, gula pasir mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Kenaikan harga gula ini turut berdampak pada sektor rumah tangga maupun usaha kecil seperti pedagang makanan dan minuman.

Komoditas bumbu dapur juga tidak luput dari kenaikan. Bawang merah tercatat naik menjadi Rp43.000 per kilogram, sementara bawang putih berada di angka Rp42.000 per kilogram. Kedua bahan ini merupakan kebutuhan penting dalam hampir setiap masakan, sehingga kenaikannya cukup sensitif di masyarakat.

Kacang kedelai juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.000 per kilogram. Hal ini berpotensi berdampak pada harga produk olahan seperti tahu dan tempe yang menjadi konsumsi harian masyarakat.

Tak ketinggalan, harga jagung juga naik menjadi Rp11.000 per kilogram. Kenaikan ini turut berpengaruh pada sektor peternakan karena jagung merupakan salah satu bahan utama pakan ternak.

Secara keseluruhan, kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Sertu Kadani berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi bukti nyata peran TNI dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi serta memantau langsung kondisi masyarakat.

Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak terkait dalam mengambil kebijakan yang tepat guna menekan lonjakan harga serta menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Dengan kondisi harga yang terus bergerak, pengawasan rutin seperti ini dinilai sangat penting agar masyarakat tidak terbebani secara berlebihan dan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan dengan baik.

Posting Komentar