Harga sembako “bergejolak”! Babinsa Tarkim turun ke pasar, sinyal kenaikan pangan di Krangkeng mulai terasa
Pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Indramayu kembali menjadi perhatian serius aparat teritorial. Kali ini, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Tarkim, turun langsung melakukan monitoring di pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tepatnya di Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga sembako sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya dinamika harga yang cukup signifikan. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya masih relatif stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan.
Untuk komoditas beras, harga tercatat Rp12.000 per kilogram dan mengalami penurunan. Namun, kondisi berbeda terlihat pada sejumlah bahan pokok lainnya. Minyak goreng masih berada di angka Rp17.000 per kilogram dan terpantau stabil.
Kenaikan harga justru terjadi pada beberapa komoditas penting. Telur ayam naik menjadi Rp29.000 per kilogram, sementara daging ayam juga mengalami kenaikan menjadi Rp40.000 per kilogram. Daging sapi turut merangkak naik hingga mencapai Rp130.000 per kilogram.
Selain itu, gula pasir kini berada di harga Rp16.000 per kilogram dengan tren kenaikan. Komoditas bumbu dapur juga tidak luput dari kenaikan, di mana bawang merah menyentuh Rp48.000 per kilogram dan bawang putih Rp42.000 per kilogram.
Untuk komoditas lain, kacang kedelai tercatat Rp19.000 per kilogram, sedangkan jagung berada di angka Rp11.000 per kilogram—keduanya juga mengalami kenaikan harga.
Kondisi ini menjadi indikator bahwa tekanan terhadap harga pangan mulai dirasakan di tingkat pasar tradisional. Meski demikian, distribusi barang masih terpantau lancar dan tidak ditemukan adanya kelangkaan.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar menjadi langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga sekaligus memberikan rasa aman kepada para pedagang dan pembeli. Monitoring ini juga menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gejolak ekonomi di masyarakat.
Serka Tarkim secara aktif berinteraksi dengan pedagang guna menggali informasi terkait penyebab kenaikan harga. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi bahan laporan berjenjang sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat atas.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan tertib, aman, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun permasalahan menonjol di lokasi pasar.
Melalui kegiatan ini, peran Babinsa kembali terlihat nyata sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dalam aspek ekonomi masyarakat. Monitoring rutin seperti ini diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga sekaligus menjaga keseimbangan pasar.
Dengan terus dilakukannya pengawasan langsung di lapangan, diharapkan kondisi harga kebutuhan pokok tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani oleh kenaikan yang terjadi.
