HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga sembako “dipantau ketat”! Babinsa Suganda turun langsung, sinyal keras stabilitas pangan Indramayu dijaga


Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat teritorial di wilayah Kabupaten Indramayu. Kali ini, langkah konkret ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 1613/Terisi, Pelda H. Suganda, yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga sembako tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan menyasar salah satu toko sembako di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung. Aksi ini menjadi bagian dari komitmen jajaran TNI dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Dalam laporan yang ditujukan kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu, kegiatan ini menegaskan peran aktif Babinsa sebagai ujung tombak pengawasan di wilayah. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kondisi sosial dan ekonomi tetap stabil.

Pelda H. Suganda secara langsung melakukan pengecekan harga berbagai komoditas pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga. Dari hasil pemantauan, harga sembako di wilayah tersebut relatif stabil, meski beberapa komoditas masih berada pada kisaran harga yang cukup tinggi.

Adapun rincian harga kebutuhan pokok yang terpantau di lokasi antara lain beras berada di angka Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per kilogram, serta telur ayam mencapai Rp33.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas lain seperti jagung tercatat Rp10.000 per kilogram dan gula pasir Rp17.000 per kilogram.

Untuk bahan pangan lainnya, kacang kedelai berada di harga Rp19.000 per kilogram. Bawang merah terpantau cukup tinggi di angka Rp44.000 per kilogram, disusul bawang putih Rp40.000 per kilogram. Sedangkan untuk protein hewani, daging ayam dijual Rp38.000 per kilogram dan daging sapi mencapai Rp135.000 per kilogram.

Pemantauan ini dinilai penting sebagai langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama menjelang momen tertentu yang biasanya diikuti peningkatan permintaan pasar. Dengan turun langsung ke lapangan, Babinsa dapat memperoleh data riil sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara aparat dengan pelaku usaha dan warga. Informasi yang diperoleh di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan laporan berjenjang guna mendukung pengambilan kebijakan di tingkat atas.

Langkah yang dilakukan oleh Pelda H. Suganda mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di sektor pangan. Peran Babinsa yang responsif dan aktif di lapangan menjadi kunci dalam mendeteksi dini berbagai potensi permasalahan.

Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan tidak hanya harga tetap terkendali, tetapi juga distribusi bahan pokok berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Stabilitas harga sembako menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa pengawasan terhadap kebutuhan pokok tidak boleh lengah. Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kehadiran aparat di lapangan menjadi garda terdepan dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga yang wajar.

Posting Komentar