HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

“Harga Sembako Jadi Sorotan! Aparat Koramil Terisi Turun Langsung ke Kios, Ini Temuan Mengejutkan di Lapangan”


Indramayu — Pergerakan harga bahan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat di daerah. Untuk memastikan kestabilan harga dan mencegah gejolak di masyarakat, anggota Koramil 1613/Terisi melakukan monitoring langsung ke lapangan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipimpin oleh Serma Sanudin, yang turun langsung mengecek harga sembako di salah satu kios warga, yakni milik Kios Hj Eli, yang berada di Blok 02, Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya aparat TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang sangat bergantung pada harga bahan pokok. Monitoring dilakukan secara detail, mencakup berbagai komoditas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga.

Dari hasil pengecekan di lapangan, harga beras tercatat berada di angka Rp12.000 per kilogram, relatif stabil dan masih terjangkau bagi masyarakat. Namun, harga minyak goreng menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni Rp20.000 per kilogram, yang berpotensi menjadi perhatian jika terus mengalami kenaikan.

Untuk komoditas protein, harga telur ayam berada di kisaran Rp29.000 per kilogram, sementara daging ayam dijual Rp35.000 per kilogram. Adapun harga daging sapi mencapai Rp130.000 per kilogram, angka yang masih tergolong stabil meski cukup tinggi bagi sebagian masyarakat.

Sementara itu, komoditas cabai menunjukkan variasi harga yang cukup signifikan. Cabai rawit hijau tercatat mencapai Rp45.000 per kilogram, menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi. Sedangkan cabai merah berada di angka Rp28.000 per kilogram.

Harga gula putih terpantau di angka Rp18.000 per kilogram, sedangkan bawang merah berada di Rp30.000 per kilogram. Untuk bawang putih, harga tercatat Rp35.000 per kilogram, yang masih dalam batas wajar meskipun tetap menjadi perhatian karena fluktuasinya yang kerap terjadi.

Menurut petugas di lapangan, kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu yang dapat merugikan masyarakat.

“Pengawasan ini penting agar harga tetap terkendali dan masyarakat tidak dirugikan,” ungkap salah satu aparat di lokasi.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Dengan adanya pemantauan rutin, diharapkan setiap potensi kenaikan harga dapat segera diantisipasi.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, serta tidak melakukan panic buying yang justru dapat memperparah kondisi pasar. Pedagang juga diminta untuk tetap menjaga kejujuran dan tidak mengambil keuntungan berlebihan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.

Kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas pasar dan kios masyarakat menjadi bukti nyata bahwa negara tidak tinggal diam dalam menghadapi dinamika ekonomi di tingkat akar rumput. Dengan pengawasan yang terus dilakukan, diharapkan stabilitas harga sembako dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat luas.

Posting Komentar