HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga sembako “naik-turun”! Babinsa Dodi Wijaya sidak pasar Haurgeulis, kondisi pangan jadi sorotan


Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian aparat kewilayahan di Kabupaten Indramayu. Kali ini, Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Dodi Wijaya, turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Daerah Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Yth. Komandan Kodim 0616/Indramayu, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Pemantauan dilakukan di sejumlah kios dan toko sembako guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Hasil monitoring menunjukkan adanya dinamika harga yang cukup beragam. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sebagian lainnya stabil, bahkan ada yang justru mengalami penurunan harga.

Untuk beras medium, harga tercatat mengalami penurunan dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng masih bertahan di harga Rp17.000 per kilogram, begitu juga jagung yang tetap di angka Rp13.000 per kilogram.

Komoditas kedelai lokal terpantau stabil di harga Rp10.000 per kilogram. Namun, gula pasir mengalami kenaikan dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram.

Di sektor bumbu dapur, bawang merah justru mengalami penurunan signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Sementara bawang putih masih bertahan di harga Rp40.000 per kilogram.

Untuk kebutuhan protein, telur ayam mengalami kenaikan harga menjadi Rp32.000 per kilogram. Daging sapi tetap stabil di angka Rp140.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam menunjukkan tren penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dinamis dengan fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari distribusi hingga tingkat permintaan masyarakat.

Kehadiran Serda Dodi Wijaya di tengah aktivitas pasar menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gejolak harga pangan. Selain melakukan pencatatan harga, Babinsa juga berinteraksi langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

Langkah ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor kebutuhan pokok. Data yang diperoleh akan menjadi bahan laporan berjenjang sekaligus referensi dalam pengambilan kebijakan lebih lanjut.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan lancar tanpa adanya gangguan berarti.

Melalui kegiatan monitoring rutin seperti ini, peran Babinsa kembali menunjukkan kontribusi nyata tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan secara langsung di lapangan, diharapkan fluktuasi harga dapat dikendalikan dan tidak berdampak signifikan terhadap daya beli warga.

Posting Komentar