Kopka Kadilan Turun Gunung! Harga Sembako Krangkeng Bergejolak, Hampir Semua Komoditas Naik Tajam
INDRAMAYU – Gejolak harga bahan pokok kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu. Kali ini, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Kadilan, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Jumat pagi (17/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.25 WIB ini mengungkap fakta mencolok: mayoritas harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Dalam pemantauan tersebut, hanya satu komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni beras yang kini berada di angka Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng masih terpantau stabil di harga Rp17.000 per kilogram.
Namun di luar itu, hampir seluruh bahan pokok menunjukkan tren kenaikan. Telur ayam misalnya, kini dijual Rp29.000 per kilogram, mengalami kenaikan dari harga sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada daging ayam yang kini mencapai Rp40.000 per kilogram.
Tak hanya itu, harga daging sapi pun ikut merangkak naik menjadi Rp130.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada gula pasir yang kini dijual Rp16.000 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur bahkan mengalami lonjakan yang cukup tajam. Bawang merah kini menyentuh angka Rp48.000 per kilogram, sementara bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Keduanya menjadi salah satu penyumbang utama kenaikan harga di pasar.
Selain itu, harga kacang kedelai juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.000 per kilogram. Jagung pun tidak luput dari kenaikan, dengan harga terbaru Rp11.000 per kilogram.
Kopka Kadilan menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan langkah rutin untuk memastikan kondisi harga di pasar tetap terpantau. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mencegah adanya praktik penimbunan dan permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami turun langsung untuk memastikan harga tetap dalam batas wajar dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia juga menegaskan bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor kebutuhan pokok.
Kondisi kenaikan harga ini tentu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan pihak terkait. Diperlukan langkah strategis untuk mengendalikan harga agar tidak terus melonjak, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya memicu kenaikan permintaan.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying yang justru dapat memperparah kondisi pasar. Di sisi lain, para pedagang juga diharapkan tetap menjaga kejujuran dalam menetapkan harga.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Singakerta terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal meskipun diwarnai dengan kenaikan harga pada sejumlah komoditas.
Dengan adanya pemantauan langsung dari aparat seperti yang dilakukan Kopka Kadilan, diharapkan kondisi pasar tetap terkendali dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang masih terjangkau.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
