HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Koptu Apih Santosa Turun Langsung ke Pasar Haurgeulis, Harga Gula dan Telur Merangkak Naik!


INDRAMAYU – Upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan. Anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Koptu Apih Santosa, turun langsung memantau harga sembako di Pasar Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jumat (15/5/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga bahan pokok sekaligus memastikan kondisi pasar tetap aman dan kondusif. Dalam pemantauan tersebut, Babinsa Desa Haurgeulis itu mengecek langsung harga sejumlah komoditas penting yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dari hasil monitoring di lapangan, sebagian besar harga sembako terpantau masih stabil. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga yang cukup menjadi perhatian para pedagang maupun pembeli.

Harga beras medium misalnya, masih bertahan di angka Rp13 ribu per kilogram. Begitu pula minyak goreng yang tetap berada di harga Rp17 ribu per kilogram. Komoditas jagung juga tercatat stabil di harga Rp13 ribu per kilogram, sementara kedelai lokal berada di angka Rp10 ribu per kilogram.

Kenaikan harga terjadi pada gula pasir yang sebelumnya berada di angka Rp17 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp17.500 per kilogram. Selain itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan menjadi Rp32 ribu per kilogram.

Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya justru mengalami penurunan harga. Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp35 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp30 ribu per kilogram. Harga daging ayam pun ikut turun dari Rp37 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Adapun harga bawang putih masih stabil di angka Rp40 ribu per kilogram. Untuk daging sapi, harga tetap berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram.

Koptu Apih Santosa mengatakan, kegiatan pemantauan harga sembako rutin dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar. Selain itu, monitoring pasar juga menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

“Pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok secara langsung di lapangan serta memastikan distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan pasar juga bertujuan mencegah adanya praktik penimbunan barang maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat. Dengan adanya pemantauan rutin, diharapkan kondisi pasar tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Menurutnya, kestabilan harga bahan pokok sangat penting karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, perubahan harga kebutuhan pokok dapat memengaruhi kondisi sosial masyarakat.

Selain melakukan pengecekan harga, Babinsa juga berinteraksi dengan para pedagang dan warga untuk menyerap informasi terkait stok barang serta aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut.

Langkah yang dilakukan Koramil 1615/Haurgeulis ini mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas pasar dinilai memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga.

Pemantauan harga sembako sendiri merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga pangan. Melalui pengawasan rutin, pemerintah bersama aparat kewilayahan berharap transparansi harga di pasar dapat terus terjaga.

Kegiatan monitoring yang berlangsung di Pasar Haurgeulis itu berjalan aman, tertib, dan lancar. Hingga kegiatan selesai, situasi pasar terpantau kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti.

Posting Komentar