HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gebrakan Kapten Inf Sudiyanto di Telagasari: Sinergi TNI-Pemdes dan Penjagaan Aset KDKMP Jadi Kunci Desa Maju dan Bersih


INDRAMAYU – Dalam upaya memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan non-fisik, Komando Rayon Militer (Koramil) 1612/Lelea terus gencar melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan berbagai elemen masyarakat. Pada Jumat pagi, 29 Mei 2026, suasana Aula Balai Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, terasa hangat dan penuh semangat kekeluargaan. Danramil 1612/Lelea, Kapten Inf Sudiyanto, memimpin langsung kegiatan silaturahmi strategis bersama Kepala Desa (Kuwu) Telagasari, Bapak H. Surnata, serta seluruh perangkat desa setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah forum dialog konstruktif untuk menyamakan persepsi dalam membangun desa yang aman, bersih, dan berdaya saing.

Kapten Inf Sudiyanto dalam sambutannya menekankan bahwa kunci utama dari keberhasilan pembangunan di tingkat desa adalah harmonisasi hubungan antara aparat kewilayahan dan pemerintah desa. "Silaturahmi yang baik adalah fondasi. Tanpa hubungan yang erat dan harmonis, program-program pembangunan akan sulit berjalan optimal. Kita harus menjadi satu tim yang solid," ujar Kapten Sudiyanto di hadapan para aparatur desa. Ia mengajak seluruh perangkat Desa Telagasari, dan secara umum seluruh aparatur di Kecamatan Lelea, untuk selalu menjaga sinergitas dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi yang kuat antara Babinsa, Polri, dan Pemdes dinilai menjadi benteng terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Poin penting lainnya yang menjadi sorotan utama dalam rakor tersebut adalah isu pemeliharaan aset desa, khususnya fasilitas Kampung Demokrasi dan Keterbukaan Informasi Publik (KDKMP) yang telah dibangun di Desa Telagasari. Kapten Sudiyanto memberikan himbauan tegas agar seluruh elemen masyarakat dan perangkat desa bersama-sama saling menjaga aset berharga tersebut. "KDKMP ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kemajuan demokrasi dan transparansi di desa kita. Mari kita rawat bersama agar fungsinya tetap optimal untuk memajukan Desa Telagasari," tegasnya. Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan fasilitas negara dan memastikan bahwa investasi pembangunan dapat dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang.

Tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan keamanan, Kapten Sudiyanto juga menyentuh aspek kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kualitas hidup masyarakat. Dengan nada persuasif, ia mengajak warga masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Isu pengelolaan sampah memang menjadi tantangan klasik di banyak wilayah, namun pendekatan humanis yang dilakukan Danramil Lelea ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran kolektif warga. Lingkungan yang bersih, menurutnya, akan bermuara pada kesehatan masyarakat yang lebih baik dan citra desa yang lebih positif di mata luar.

Menanggapi penyampaian Danramil, Kuwu Telagasari, Bapak H. Surnata, mengucapkan apresiasi tinggi atas kehadiran dan bimbingan dari Koramil 1612/Lelea. Beliau berkomitmen untuk meneruskan pesan-pesan positif tersebut kepada seluruh warga desa, terutama terkait pentingnya menjaga aset KDKMP dan budaya hidup bersih. "Kami sangat mendukung penuh apa yang disampaikan Bapak Danramil. Sinergi ini akan kami tindaklanjuti dengan kerja nyata di lapangan," janji H. Surnata.

Kegiatan Komsos berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh keakraban. Tidak ada sekat formalitas yang kaku; diskusi berjalan dua arah dengan saling menghargai. Kehadiran Kapten Inf Sudiyanto di Desa Telagasari membuktikan bahwa TNI hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat, tidak hanya dalam situasi konflik, tetapi juga dalam upaya sehari-hari membangun peradaban desa yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Koramil 1612/Lelea kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak ketahanan wilayah. Dengan adanya kesepakatan untuk menjaga sinergitas, keamanan, aset desa, dan kebersihan lingkungan, Desa Telagasari diharapkan dapat menjadi model desa mandiri dan berbudaya di Kecamatan Lelea. Langkah konkret ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat adalah harga mati bagi keutuhan dan kemajuan bangsa, dimulai dari unit terkecil yaitu desa.
Posting Komentar