HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serka Rohman Bongkar Pergerakan Harga Sembako di Haurgeulis, Harga Telur dan Gula Bikin Warga Waswas


Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Indramayu. Di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, aparat Koramil 1615/Haurgeulis turun langsung melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional.

Kegiatan monitoring tersebut dilakukan Serka Rohman, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, pada Sabtu (16/5) pagi di Pasar Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis.

Sejak pukul 08.30 WIB, Serka Rohman melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kios dan toko sembako guna memastikan perkembangan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut.

Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di harga stabil, namun beberapa bahan pokok mengalami kenaikan yang cukup menyita perhatian warga.

Untuk harga beras medium saat ini tercatat Rp13 ribu per kilogram dan masih berada dalam kondisi stabil. Begitu juga harga minyak goreng yang bertahan di angka Rp17 ribu per kilogram.

Namun kenaikan mulai terlihat pada komoditas gula pasir. Dari sebelumnya Rp17 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp17.500 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada telur ayam yang kini menyentuh angka Rp32 ribu per kilogram. Kondisi ini dikeluhkan sebagian warga karena telur menjadi salah satu kebutuhan utama rumah tangga.

“Kalau telur naik terus, pengeluaran belanja juga ikut berat,” ujar salah satu pembeli di pasar.

Sementara itu, harga bawang merah justru mengalami penurunan cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Harga daging ayam juga terpantau turun dari Rp37 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, sehingga sedikit memberi angin segar bagi masyarakat.

Untuk bawang putih, harga masih bertahan di angka Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi tetap tinggi di kisaran Rp140 ribu per kilogram.

Selain itu, jagung dijual Rp13 ribu per kilogram dan kedelai lokal berada di angka Rp10 ribu per kilogram.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Rohman juga berinteraksi langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi stok serta distribusi barang kebutuhan pokok di pasaran.

Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah pengawasan agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar maupun praktik penimbunan barang oleh pihak tertentu.

Koramil 1615/Haurgeulis menilai monitoring rutin sangat penting dilakukan demi menjaga kestabilan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Selain mengawasi harga, kegiatan ini juga bertujuan melindungi konsumen dari potensi permainan harga yang bisa merugikan masyarakat kecil.

Tak hanya itu, pemantauan pasar disebut menjadi bagian dari dukungan aparat terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.

Kehadiran aparat TNI di pasar tradisional pun mendapat respons positif dari pedagang maupun pembeli. Banyak warga merasa lebih tenang karena kondisi harga terus dipantau secara langsung.

“Kalau ada pemantauan seperti ini, masyarakat jadi merasa diperhatikan,” kata seorang pedagang sembako.

Dari hasil monitoring, stok kebutuhan pokok di Pasar Haurgeulis dilaporkan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat untuk beberapa waktu ke depan.

Meski begitu, warga berharap harga sejumlah komoditas terutama telur ayam dan gula pasir tidak terus mengalami kenaikan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di area pasar terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan berarti.

Pemantauan rutin yang dilakukan aparat kewilayahan ini diharapkan mampu menjadi langkah antisipasi dini terhadap gejolak harga pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Indramayu.

Posting Komentar