HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serma Sarwika Bergerak Cepat! Babinsa Sliyeg Kawal Irigasi Sawah Demi Selamatkan Padi Petani Indramayu


INDRAMAYU — Keseriusan TNI AD dalam mendukung sektor pertanian kembali terlihat di wilayah Kabupaten Indramayu. Anggota Koramil 1607/Sliyeg, Serma Sarwika, turun langsung mendampingi pengecekan saluran irigasi pertanian di Blok Tanjan, perbatasan Desa Majasari dengan Desa Tambi Lor, Kecamatan Sliyeg, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat dalam memastikan kelancaran aliran air untuk tanaman padi musim rendeng tanam pertama. Langkah ini dinilai penting mengingat irigasi menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya di wilayah lumbung padi seperti Kabupaten Indramayu.

Dalam kegiatan tersebut, Serma Sarwika bersama perangkat desa melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi selokan kecil yang menjadi jalur distribusi air menuju area persawahan warga. Pendampingan dilakukan guna memastikan saluran irigasi tetap berfungsi dengan baik dan tidak mengalami hambatan yang dapat mengganggu kebutuhan air tanaman padi.

Turut hadir dalam kegiatan itu Mayor Desa Majasari, Buang Sanjaya, yang ikut meninjau kondisi saluran irigasi bersama aparat Koramil. Keduanya menyusuri area persawahan sambil berdialog terkait kondisi pertanian dan kebutuhan petani di wilayah tersebut.

“Saluran irigasi harus dipastikan dalam kondisi baik karena sangat menentukan hasil panen petani. Kehadiran kami di lapangan merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat, khususnya sektor pertanian,” ujar Serma Sarwika di sela kegiatan.

Kabupaten Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat. Karena itu, perhatian terhadap sistem pengairan menjadi prioritas penting demi menjaga stabilitas produksi pangan daerah maupun nasional.

Menurut Serma Sarwika, pengecekan saluran irigasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan tersumbatnya aliran air yang dapat memicu kekeringan lahan pertanian. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi sosial antara aparat teritorial dengan masyarakat desa.

Sementara itu, Buang Sanjaya mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam mendukung kegiatan pertanian di Desa Majasari. Menurutnya, kehadiran aparat TNI di lapangan memberi motivasi sekaligus rasa aman bagi para petani.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari Koramil. Babinsa selalu hadir saat masyarakat membutuhkan, termasuk dalam urusan pertanian dan irigasi sawah,” katanya.

Kegiatan pendampingan irigasi tersebut juga menunjukkan sinergi antara TNI dan pemerintah desa dalam menjaga ketahanan pangan. Dengan kondisi saluran air yang baik, para petani diharapkan dapat menjalankan musim tanam dengan optimal dan menghasilkan panen yang maksimal.

Di tengah tantangan perubahan cuaca dan kebutuhan air pertanian yang semakin meningkat, pengawasan terhadap sistem irigasi menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, keterlibatan aparat kewilayahan dalam membantu monitoring jaringan pengairan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Selain melakukan pengecekan teknis, Serma Sarwika juga mengingatkan warga agar bersama-sama menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah ke area irigasi. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.

Kegiatan pendampingan pengecekan irigasi selesai pada pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah perbatasan Desa Majasari dan Desa Tambi Lor terpantau kondusif.

Peran aktif Babinsa dalam mendampingi petani menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan negara, tetapi juga hadir mendukung kesejahteraan masyarakat hingga ke sektor pertanian. Kehadiran aparat teritorial di tengah petani diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan semangat gotong royong di pedesaan.

Posting Komentar