Turun ke Sawah Sejak Pagi! Babinsa Desa Cikedung Kawal Pengolahan Lahan Petani demi Kejar Target Panen MT II 2026
INDRAMAYU — Peran aktif TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali terlihat di lapangan. Babinsa Desa Cikedung dari Koramil 1613/Terisi turun langsung ke sawah untuk mendampingi petani dalam proses pengolahan tanah musim tanam (MT) II Tahun 2026 di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan pendampingan ini dilakukan oleh Koptu Lukman yang berkolaborasi dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) setempat serta anggota kelompok tani. Sejak pagi hari, proses pengolahan lahan dilakukan menggunakan alat mesin pertanian berupa traktor guna mempercepat kesiapan tanam di lahan sawah milik warga.
Pendampingan berlangsung di area persawahan Blok Cidadap, Desa Cikedung. Lahan tersebut merupakan milik salah satu petani, H. Catu, yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Muncul Tani. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya monitoring sekaligus dukungan terhadap percepatan musim tanam kedua di tahun 2026.
Koptu Lukman mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk nyata dukungan TNI terhadap program swasembada pangan. Selain membantu secara fisik, kehadiran Babinsa juga memberikan semangat kepada petani dalam mengolah lahan mereka.
“Pendampingan ini bertujuan agar proses pengolahan tanah berjalan lancar dan petani bisa segera memasuki tahap tanam. Dengan begitu, target produksi pertanian dapat tercapai,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, pengolahan tanah tahap pertama dilakukan dengan menggunakan traktor untuk mempercepat proses pembajakan lahan. Metode ini dinilai lebih efisien dibandingkan cara manual, sehingga mampu menghemat waktu dan tenaga petani.
Selain membantu teknis di lapangan, Babinsa juga melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan serta kesiapan sarana pendukung lainnya. Hal ini penting untuk memastikan seluruh tahapan musim tanam dapat berjalan sesuai rencana.
Kehadiran PPL dalam kegiatan ini juga memberikan nilai tambah, terutama dalam memberikan arahan teknis kepada petani terkait pola tanam, penggunaan pupuk, hingga pengelolaan lahan yang optimal. Sinergi antara TNI, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program pendampingan pertanian yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Dengan dimulainya pengolahan lahan MT II, diharapkan para petani dapat segera melakukan penanaman dan meningkatkan produktivitas hasil panen. Upaya ini juga menjadi langkah antisipasi dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan cuaca dan ketersediaan air.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Proses pengolahan tanah berjalan lancar tanpa kendala berarti, serta mendapat respons positif dari para petani yang terlibat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara aparat TNI dan masyarakat, khususnya petani, semakin kuat dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian serta menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
