Babinsa dan Muspika Sliyeg Serta Petani Mekargading Sepakat Percepat MT II, Atasi Kendala Air hingga Harga Sewa Alat Pertanian
Juni 19, 2026
INDRAMAYU – Upaya percepatan Musim Tanam (MT) II tahun 2026 di Kabupaten Indramayu terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat tani. Pada Jumat (19/6/2026), bertempat di Blok Tikungan, Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, dilaksanakan kegiatan Anjang Karya dalam rangka Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Sliyeg, penyuluh pertanian, serta puluhan petani lokal untuk membahas solusi atas berbagai kendala di lapangan.
Acara ini dipimpin langsung oleh Camat Sliyeg, Bapak Opik Hidayat, S.Sos., dan dihadiri oleh perwakilan Danramil 1607/Sliyeg, Serma Darsono dan Kopda Irwantho, serta Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyana, S.H., beserta anggota. Kehadiran unsur TNI dan Polri menunjukkan komitmen penuh aparatur negara dalam mengawal ketahanan pangan dari tingkat desa. Selain itu, hadir pula Kuwu Desa Mekargading, Bapak Sofyan Gunawan beserta pamong, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sliyeg, Bapak Ahmad Damanhuri, POPT Ibu Dian, Mantri Pengairan Bapak Hadi, para ketua kelompok tani (Poktan), operator traktor, serta sekitar 40 orang anggota kelompok tani dan petani Desa Mekargading.
Tujuan utama dari Anjang Karya ini adalah menjalin komunikasi intensif dan memecahkan masalah-masalah teknis yang menghambat percepatan tanam. Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan demokratis, terdapat tujuh poin utama yang menjadi fokus pembahasan:
1. Penanaman Serentak: Disepakati pentingnya tebar benih dan tanam padi secara serentak untuk memutus siklus hama dan memudahkan pengaturan air.
2. Pengaturan Giliran Air: Mantri Pengairan, Bapak Hadi, memberikan penjelasan teknis mengenai jadwal distribusi air irigasi agar merata ke seluruh blok sawah.
3. Kesepakatan Harga Traktor: Untuk menghindari sengketa antarpetani, disepakati standar harga sewa jasa traktor yang wajar dan transparan.
4. Ketersediaan BBM: Dijamin ketersediaan bahan bakar minyak khusus untuk operasional alat mesin pertanian (alsintan) selama masa tanam.
5. Pengendalian Hama: POPT Ibu Dian memberikan sosialisasi pencegahan hama tikus dan wereng coklat, termasuk penggunaan pestisida yang tepat dosis.
6. Ketersediaan Pupuk: Koordinator BPP memastikan stok pupuk bersubsidi aman dan distribusinya tepat sasaran kepada anggota Poktan.
7. Harga Mesin Combine: Disepakati juga tarif sewa mesin combine harvester untuk masa panen nanti, sehingga petani sudah memiliki kepastian biaya sejak awal.
Serma Darsono, perwakilan Danramil, menyampaikan bahwa TNI siap membantu petani dalam hal pengamanan lahan dan fasilitasi jika terjadi kendala sosial di tengah masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa MT II di Desa Mekargading berjalan lancar tanpa hambatan. Sinergi antara petani, penyuluh, dan Muspika adalah kunci keberhasilan," ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan sangat tertib dan lancar, serta selesai pada pukul 10.30 WIB. Para petani tampak puas dengan hasil musyawarah karena banyak ketidakpastian yang kini telah menemukan titik terang. Kesepakatan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi di Desa Mekargading dan berkontribusi signifikan terhadap target produksi beras nasional.
Dandim 0616/Indramayu melalui Koramil 1607/Sliyeg mengapresiasi inisiatif Muspika Kecamatan Sliyeg yang proaktif turun ke sawah. Langkah nyata seperti Anjang Karya ini membuktikan bahwa pendekatan humanis dan dialogis mampu menyelesaikan permasalahan pertanian secara efektif. Dengan terjalinnya kesepakatan yang adil bagi semua pihak, optimisme petani Mekargading untuk meraih panen raya di MT II tahun 2026 semakin tinggi.
