HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Pelda H. Suganda Turun Langsung Cek Harga Sembako di Terisi, Pastikan Stok Aman dan Terjangkau


INDRAMAYU – Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi tingkat masyarakat serta memastikan ketersediaan bahan pangan yang memadai, aparat kewilayahan terus melakukan langkah proaktif. Salah satunya adalah kegiatan monitoring dan pengecekan harga kebutuhan pokok (kebapok) yang rutin dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1613/Terisi, Pelda H. Suganda. Pada Selasa (16/6/2026), Pelda H. Suganda turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pasar dan toko sembako di wilayah binaannya.

Kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Fokus utama dari inspeksi mendadak ini adalah untuk memastikan bahwa harga jual berbagai komoditas strategis di tingkat pedagang eceran masih berada dalam batas kewajaran dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah pedagang dan pembeli juga bertujuan untuk memberikan rasa aman serta membangun komunikasi yang baik antara aparat TNI dengan masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauan Pelda H. Suganda di sejumlah Toko Sembako di wilayah Koramil 1613/Terisi, secara umum kondisi pasokan barang terpantau cukup melimpah. Tidak ada kelangkaan signifikan yang ditemukan pada hari tersebut. Namun, fluktuasi harga tetap menjadi perhatian khusus mengingat dinamika pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Berikut adalah rincian harga kebutuhan pokok yang tercatat selama kegiatan monitoring berlangsung:
Untuk komoditas beras, harga dipatok sebesar Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng (migor) berada di angka Rp16.000 per kilogram. Untuk sumber protein hewani, harga telur ayam tercatat sebesar Rp33.000 per kilogram, daging ayam sebesar Rp38.000 per kilogram, dan daging sapi relatif lebih tinggi di kisaran Rp135.000 per kilogram.

Sedangkan untuk bahan pokok lainnya, jagung dijual seharga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, dan kacang kedelai Rp19.000 per kilogram. Khusus untuk komoditas bumbu dapur yang sering mengalami gejolak harga, bawang merah terpantau dijual seharga Rp44.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp40.000 per kilogram.

Pelda H. Suganda menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat. "Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak dirugikan dengan adanya permainan harga atau penimbunan barang. Dengan adanya pendampingan dan pengawasan dari Babinsa, diharapkan para pedagang dapat menjaga integritas dan melayani masyarakat dengan harga yang adil," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Selain mengecek harga, Pelda H. Suganda juga berkesempatan berdialog dengan para pemilik toko dan pengunjung. Ia mengimbau kepada para pedagang untuk selalu menjaga kualitas barang dagangan dan tidak menaikkan harga secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Sebaliknya, kepada masyarakat dihimbau untuk tetap tenang karena stok bahan pokok di wilayah Terisi saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

Kegiatan monitoring yang berjalan aman dan lancar ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa yang tidak hanya bertugas dalam aspek pertahanan keamanan, tetapi juga aktif dalam membantu menyelesaikan permasalahan sosial-ekonomi di tingkat akar rumput.

Dandim 0616/Indramayu melalui jajarannya di Koramil 1613/Terisi menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini sejalan dengan perintah atasan untuk senantiasa hadir di tengah kesulitan masyarakat. Dengan sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, diharapkan stabilitas harga dan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu, khususnya di Kecamatan Terisi, dapat tetap terjaga dengan baik demi kenyamanan dan kesejahteraan bersama.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di pasar dan toko sembako wilayah Terisi terpantau kondusif, dengan aktivitas jual beli berjalan normal seperti hari-hari biasanya.
Posting Komentar