HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dampingi Petani Atasi Gulma, Babinsa Serka Castra Turun Langsung ke Sawah di Desa Plosokerep


INDRAMAYU – Dalam rangka mendukung keberhasilan Musim Tanam (MT) II Tahun 2026, Babinsa Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Serka Castra, secara aktif melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian kepada kelompok tani setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (20/6/2026), dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini, difokuskan pada penanggulangan gulma atau tanaman pengganggu di lahan persawahan milik Bapak H. Tarwa, yang terletak di Blok Lungsalam, Desa Plosokerep.

Kehadiran Babinsa di tengah hamparan sawah bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dukungan TNI terhadap ketahanan pangan nasional. Serka Castra turun langsung membantu petani dalam proses pembersihan gulma yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman padi jika tidak segera ditangani. Gulma merupakan salah satu musuh utama bagi produktivitas padi karena bersaing dalam menyerap nutrisi tanah, air, dan sinar matahari. Dengan adanya bantuan tenaga dari Babinsa, pekerjaan menjadi lebih ringan dan dapat diselesaikan dengan lebih cepat serta efisien.

Blok Lungsalam di Desa Plosokerep merupakan salah satu area pertanian yang cukup luas dan strategis bagi produksi padi di Kecamatan Terisi. Pemilik lahan, Bapak H. Tarwa, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Serka Castra. "Sangat membantu sekali ada Babinsa yang mau turun tangan langsung. Selain meringankan beban kerja, kehadiran beliau juga memberikan semangat bagi kami para petani untuk terus merawat tanaman padi dengan baik," ujarnya.

Selain membantu secara fisik, Serka Castra juga memberikan motivasi dan edukasi singkat mengenai pentingnya pemeliharaan tanaman di fase awal pertumbuhan. Ia mengingatkan para petani untuk tetap waspada terhadap potensi serangan hama dan penyakit, serta memastikan ketersediaan air irigasi tetap terjaga sepanjang musim tanam. Monitoring rutin seperti ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini adanya kendala di lapangan sehingga dapat segera dicarikan solusinya bersama penyuluh pertanian atau pihak terkait.

Selama seluruh rangkaian kegiatan pendampingan berlangsung, situasi di lokasi persawahan terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ada gangguan keamanan atau konflik sosial yang terjadi. Atmosfer gotong royong antara aparat kewilayahan dan masyarakat terlihat sangat kental, mencerminkan sinergi yang kuat dalam membangun desa yang mandiri pangan.

Melalui aksi nyata seperti ini, Koramil 1613/Terisi berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat petani. Peran Babinsa sebagai pendamping tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga meluas pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui sektor pertanian. Dengan terjalinnya kolaborasi yang solid antara TNI, pemerintah desa, dan kelompok tani, diharapkan target produksi padi di Desa Plosokerep pada MT II Tahun 2026 dapat tercapai secara optimal,从而 berkontribusi positif bagi stok beras nasional.
Posting Komentar