HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Danramil 1607/Sliyeg Pimpin Anjang Karya di Desa Majasari, Pastikan Kelancaran MT II Melalui Kesepakatan Harga Alsintan dan Pengendalian Hama


INDRAMAYU – Komando Rayon Militer (Koramil) 1607/Sliyeg terus menunjukkan peran aktifnya dalam mengawal program ketahanan pangan nasional. Pada Jumat (19/6/2026), Danramil 1607/Sliyeg, Lettu Cke Anton Susilo, S.Kom., memimpin langsung kegiatan Anjang Karya Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan Percepatan Musim Tanam (MT) II tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.30 WIB ini bertempat di Saung Sagari, Blok Gempol, Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, dengan melibatkan puluhan petani dari Desa Majasari.

Dalam sambutannya, Lettu Cke Anton Susilo menekankan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat tani. "Tujuan utama kita hari ini adalah memastikan tidak ada hambatan teknis maupun sosial yang mengganggu proses tanam. Kita harus bekerja sama untuk mencapai target produksi beras yang optimal," ujarnya di hadapan sekitar 45 orang peserta yang terdiri dari ketua kelompok tani, operator alat mesin pertanian (alsintan), dan perwakilan Muspika.

Kegiatan Anjang Karya ini dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, termasuk Camat Sliyeg yang diwakili oleh Kasi PMD Bapak Sugeng Raharjo, S.Ap., Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana, S.H., Koordinator BPP Kecamatan Sliyeg Bapak Ahmad Damanhuri, serta para pengamat hama dan pengairan. Kehadiran lengkap unsur Muspika ini menunjukkan tingginya prioritas kecamatan terhadap kesuksesan musim tanam kali ini.

Selama sesi diskusi, terdapat tujuh poin krusial yang dibahas secara mendalam dan menghasilkan kesepakatan bersama. Pertama, para petani sepakat untuk melakukan tebar benih dan penanaman padi secara serentak guna memutus siklus hidup hama. Kedua, Pengamat Pengairan Bapak Wahyu memberikan jaminan mengenai pengaturan giliran air yang adil untuk seluruh lahan di Desa Majasari. Ketiga, demi mencegah konflik harga, disepakati tarif standar untuk sewa jasa traktor dan mesin combine harvester (combi). Keempat, ketersediaan BBM untuk operasional alsintan dipastikan aman. Kelima, Pengamat Hama Ibu Dian memberikan edukasi intensif mengenai pencegahan serangan tikus dan wereng coklat. Keenam, stok pupuk bersubsidi dikonfirmasi tersedia cukup. Dan ketujuh, mekanisme distribusi bantuan benih dan alat pertanian diperjelas agar tepat sasaran.

Lettu Cke Anton Susilo juga menyampaikan bahwa jajaran Koramil 1607/Sliyeg siap memfasilitasi jika terjadi kendala di lapangan, baik berupa gangguan keamanan maupun sengketa antarwarga. "TNI hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai mitra petani. Jika ada masalah, silakan laporkan kepada Babinsa masing-masing, dan kami akan segera turun tangan," tegasnya.

Kegiatan berakhir pada pukul 15.30 WIB dalam keadaan tertib, lancar, dan kondusif. Para petani Desa Majasari menyambut positif hasil musyawarah tersebut karena mereka kini memiliki kepastian regarding biaya produksi dan dukungan teknis dari pemerintah. Dengan adanya kesepakatan harga alsintan yang transparan dan strategi pengendalian hama yang terukur, optimisme untuk meraih panen raya di MT II 2026 semakin tinggi.

Dandim 0616/Indramayu mengapresiasi langkah proaktif Danramil 1607/Sliyeg dalam melaksanakan Anjang Karya. Pendekatan dialogis seperti ini terbukti efektif dalam menyelesaikan permasalahan pertanian di akar rumput. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan petani menjadi modal sosial yang kuat untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas persiapan tanam di Desa Majasari berjalan dengan semangat baru dan koordinasi yang lebih solid.
Posting Komentar