HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Babinsa Koptu Apih Santosa Beri Wawasan Kebangsaan kepada 200 Siswa SMK PGRI 1 Gantar


INDRAMAYU – Generasi muda merupakan tulang punggung masa depan bangsa, dan pembentukan karakter yang kuat serta rasa cinta tanah air menjadi fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Menyadari pentingnya hal tersebut, Koramil 1615/Haurgeulis kembali menunjukkan perannya dalam pembinaan mental generasi penerus melalui kegiatan Bimbingan Teknis Wilayah (Bintahwil). Pada Kamis (25/6/2026), pukul 09.00 WIB hingga selesai, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Koptu Apih Santosa, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dalam kegiatan Masa Bimbingan Mental (MABINTAL) di SMK PGRI 1 Gantar.

Kegiatan yang bertempat di Jalan Haurgeulis-Gantar No. 06, Desa Gantar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu ini diikuti oleh 200 pelajar kelas X. Kehadiran Koptu Apih Santosa disambut antusias oleh para siswa dan jajaran sekolah. Materi yang disampaikan tidak hanya se teori tentang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga dikemas dengan bahasa yang relevan bagi remaja masa kini, mencakup pentingnya disiplin, integritas, dan tanggung jawab sosial sebagai wujud nyata dari rasa nasionalisme.

Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Gantar, Bapak Arwandi M.Pd., beserta para guru pembimbing hadir mendampingi jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, Bapak Arwandi menegaskan bahwa tujuan diadakannya MABINTAL ini sangat strategis. Pertama, untuk membentuk sikap disiplin dan mental tangguh yang dapat diaplikasikan siswa dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekolah. Kedua, menanamkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan kerja sama tim yang krusial dalam dunia profesional. Ketiga, menambah rasa nasionalisme dan patriotisme terhadap Tanah Air sejak dini, agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti. SMK PGRI 1 Gantar berkomitmen untuk membentuk karakter "Panca Waluya" menuju visi Jawa Barat Istimewa, yaitu warga yang sehat fisik, mental, spiritual, sosial, dan intelektual. Kolaborasi dengan unsur TNI melalui pemberian materi Wasbang dianggap sebagai langkah tepat untuk memperkuat aspek mental dan spiritual siswa.

Koptu Apih Santosa dalam penyampaian materinya menekankan bahwa disiplin bukan sekadar ketepatan waktu, tetapi juga konsistensi dalam menaati aturan dan menghormati perbedaan. Ia mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan di masyarakat dengan membawa nilai-nilai positif dari bangku sekolah. "Jadilah pemuda yang bangga menjadi bagian dari Indonesia. Tunjukkan prestasi kalian, bukan dengan tawuran atau kenakalan, tapi dengan karya dan akhlak mulia," pesan Koptu Apih yang disambut tepuk tangan meriah dari 200 peserta.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut para anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK PGRI 1 Gantar yang berperan aktif dalam mengkoordinir teman-temannya selama sesi berlangsung. Keterlibatan OSIS menunjukkan bahwa leadership sudah mulai tumbuh di kalangan pelajar, sejalan dengan salah satu tujuan utama MABINTAL.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat tertib, aman, dan lancar. Para siswa menyimak materi dengan penuh perhatian dan aktif dalam sesi tanya jawab. Tidak ada gangguan keamanan atau ketertiban yang terjadi, berkat koordinasi yang baik antara pihak sekolah, panitia OSIS, dan Babinsa.

Langkah proaktif Koramil 1615/Haurgeulis ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Bapak Arwandi menyatakan bahwa kehadiran TNI memberikan warna berbeda dan motivasi ekstra bagi para siswa. "Materi dari Bapak Babinsa sangat inspiratif. Siswa kami jadi lebih sadar akan peran mereka sebagai warga negara yang baik," ujarnya.

Melalui kegiatan seperti ini, Kodim 0616/Indramayu terus berupaya memperkokoh ketahanan nasional di tingkat akar rumput, khususnya di kalangan pelajar. Dengan memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan mental yang tangguh, diharapkan lulusan SMK PGRI 1 Gantar dapat berkontribusi maksimal bagi pembangunan daerah dan negara, serta mampu bersaing di era globalisasi tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Posting Komentar