Jaga Daya Beli Warga Terisi, Babinsa Kopda Saep Pajarudin Rutin Pantau Harga Sembako di Toko Lokal
Juni 22, 2026
INDRAMAYU – Stabilitas harga bahan pokok menjadi indikator penting kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. Menyikapi dinamika pasar yang kerap mengalami fluktuasi, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Kopda Saep Pajarudin, secara proaktif melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga kebutuhan pokok di berbagai toko sembako wilayah binaannya. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa (22/6/2026), dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan tujuan memastikan ketersediaan barang dan mencegah terjadinya kenaikan harga yang tidak wajar atau praktik penimbunan.
Dalam patroli harganya, Kopda Saep berkeliling menyambangi sejumlah toko sembako strategis di Kecamatan Terisi untuk mencatat harga terkini dari sepuluh komoditas utama. Hasil pantauan menunjukkan bahwa sebagian besar harga bahan pokok masih relatif terjangkau dan stabil, meskipun terdapat beberapa item yang berada di kisaran harga tinggi akibat faktor pasokan nasional. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi aparat kewilayahan untuk terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna menjaga keseimbangan pasar.
Berdasarkan data yang dihimpun langsung di lapangan, harga beras terpantau di angka Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng (migor) dijual seharga Rp16.000 per kilogram. Kedua komoditas utama ini merupakan penyangga kebutuhan harian masyarakat dan kestabilannya sangat diharapkan untuk terus terjaga. Untuk sumber karbohidrat alternatif, harga jagung pipilan kering tercatat stabil di level Rp10.000 per kilogram.
Sedangkan untuk kelompok protein dan bumbu dapur, harga telur ayam terpantau di angka Rp33.000 per kilogram, dan daging ayam dibanderol seharga Rp38.000 per kilogram. Harga gula pasir tercatat sebesar Rp17.000 per kilogram, sementara kacang kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe dijual seharga Rp19.000 per kilogram. Untuk komoditas bawang-bawangan yang sering mengalami volatilitas, bawang merah terpantau di angka Rp44.000 per kilogram dan bawang putih di level Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi tercatat di angka Rp135.000 per kilogram.
Kopda Saep Pajarudin dalam keterangannya menyatakan bahwa harga-harga tersebut masih dalam batas wajar jika dibandingkan dengan daerah sekitarnya, namun ia tetap mewaspadai potensi kenaikan mendadak. "Kami rutin mengecek harga untuk memastikan tidak ada permainan harga oleh oknum tertentu. Selama ini, para pedagang di wilayah Terisi cukup kooperatif dan transparan dalam menampilkan harga," ujarnya.
Selama seluruh rangkaian kegiatan monitoring berlangsung, situasi di toko-toko sembako dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya keluhan berarti dari masyarakat terkait ketersediaan barang maupun pelayanan pedagang. Warga yang berbelanja juga terlihat tenang dalam melakukan transaksi sehari-hari.
Kehadiran Babinsa di pusat perekonomian mikro seperti toko sembako memberikan efek psikologis positif bagi para pelaku usaha maupun konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa TNI peduli terhadap kesejahteraan rakyat kecil. Dengan adanya pemantauan rutin seperti yang dilakukan oleh Kopda Saep, diharapkan gejolak harga dapat dideteksi sejak dini sehingga langkah-langkah mitigasi dapat segera diambil oleh pemerintah daerah jika diperlukan.
Koramil 1613/Terisi melalui personel Babinsanya berkomitmen untuk terus melakukan patroli harga secara berkala. Sinergi antara TNI, pedagang, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan praktik perdagangan yang merugikan konsumen, agar keamanan dan ketertiban pasar di Kecamatan Terisi dapat terus terjaga dengan baik demi kenyamanan bersama.
