HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Komitmen Pancasila di Sukra! Camat Sigit Widiyanto dan Peltu Heryanto Ajak Warga Jadikan Ideologi Negara Sebagai Perisai Hoaks


INDRAMAYU – Semangat kebangsaan kembali berkobar di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, pada Senin pagi (1/6/2026). Tepat pukul 08.00 WIB, Lapangan Upacara Kecamatan Sukra dipadati oleh ratusan aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, pendidik, dan perwakilan keamanan. Mereka berkumpul dengan khidmat untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur bangsa di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

Upacara yang berlangsung tertib dan lancar ini dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara, Camat Sukra, Bapak Sigit Widiyanto, S.H. Kehadiran para elemen strategis daerah menunjukkan kuatnya sinergi pemerintahan di wilayah tersebut. Danramil 1614/Anjatan diwakili oleh Peltu Heryanto, sementara Kapolsek Sukra mengirimkan wakilnya, Aipda Ade. Turut hadir pula Ketua KKS (Kelompok Kerja Sama) Kecamatan Sukra, Bapak H. Ta'uhid, para Kepala UPTD, Kepala Desa/Kuwu se-Kecamatan Sukra, serta perwakilan guru dan pamong desa. Komposisi peserta yang beragam ini mencerminkan esensi Pancasila sebagai pemersatu seluruh lapisan masyarakat.

Dalam amanatnya, Camat Sigit Widiyanto menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan teks, melainkan pedoman hidup yang harus diamalkan dalam setiap tindakan. "Di usia yang ke-81, Pancasila harus tetap menjadi kompas moral kita. Jangan biarkan perbedaan pendapat memecah belah kita. Justru, keberagaman adalah kekuatan terbesar bangsa ini," ujar Sigit dengan lantang. Ia mengajak seluruh ASN dan perangkat desa untuk menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam pelayanan publik.

Peltu Heryanto, yang mewakili Danramil, memberikan perspektif keamanan terkait pentingnya menjaga ideologi negara. Menurutnya, ancaman terhadap Pancasila saat ini bersifat asimetris, seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. "Tugas kita semua, termasuk Babinsa di lapangan, adalah memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat. Kita harus cerdas memfilter informasi dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat merusak kerukunan," tegas Peltu Heryanto. Ia juga mengapresiasi kehadiran tokoh agama dan masyarakat seperti H. Ta'uhid, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan kultural dan religius.

Kehadiran para Kepala Desa dan Kuwu dalam upacara ini juga menjadi simbol komitmen pemerintahan desa untuk membawa nilai-nilai Pancasila ke dalam tata kelola desa yang lebih inklusif. Mereka diharapkan menjadi teladan dalam menerapkan musyawarah mufakat (Sila Keempat) dan keadilan sosial (Sila Kelima) dalam setiap pengambilan keputusan di wilayahnya. Perwakilan guru yang hadir juga berjanji akan intensif menanamkan nilai kebangsaan kepada siswa sejak dini, agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila.

Rangkaian upacara berjalan dengan hikmat, dimulai dari penghormatan kepada pembina upacara, pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, hingga pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945. Prosesi ditutup dengan doa bersama untuk kesejahteraan bangsa dan laporan pemimpin upacara. Seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib, tanpa insiden berarti.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kecamatan Sukra tahun 2026 ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah deklarasi kolektif. Bahwa masyarakat Sukra siap menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan dan kesatuan. Dengan sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat, nilai-nilai luhur pendiri bangsa terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Di tengah arus globalisasi yang kadang mengikis identitas lokal, langkah konkret seperti ini menjadi bukti bahwa Pancasila masih relevan, hidup, dan menjadi jiwa dari setiap gerak langkah masyarakat Indramayu dalam membangun negeri.
Posting Komentar