Musyawarah Tuntas di Saung Sabun: Babinsa Sliyeg Kawal Percepatan MT 2 dan Stabilisasi Harga Alsintan di Desa Majasih
Juni 17, 2026
INDRAMAYU – Upaya peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dan percepatan Musim Tanam (MT) 2 tahun 2026 terus digencarkan oleh jajaran Kodim 0616/Indramayu. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kegiatan "Anjang Karya" yang digelar di Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg. Bertempat di Saung Meeting Blok Sabun, kegiatan yang berlangsung pada Rabu (17/6/2026) sejak pukul 09.00 WIB ini menjadi wadah dialog intensif antara petani, penyuluh, dan unsur Muspika untuk menyelesaikan berbagai kendala di lapangan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danramil 1607/Sliyeg yang diwakili oleh Pelda Sulaeman dan Serma Rastika. Kehadiran perwakilan TNI AD ini menunjukkan komitmen kuat Koramil dalam mengawal ketahanan pangan dari hulu ke hilir. Turut hadir dalam forum strategis tersebut adalah Camat Sliyeg, Bapak Opik Hidayat, S.Sos., Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyadi, S.H., serta Kuwu Desa Majasih, Ibu Tati Sunarti, S.Pd. Selain itu, kehadiran Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sliyeg, Bapak Ahmad Damanhuri beserta jajarannya, Pengamat Hama Ibu Dian, dan Mantri Pengairan Bapak Hadi, melengkapi diskusi teknis yang sangat dibutuhkan para petani.
Sekitar 63 orang peserta yang terdiri dari Ketua Kelompok Tani (Poktan), operator alat mesin pertanian (Alsintan) jenis Combine Harvester (Combi) dan Traktor, serta anggota kelompok tani setempat, antusias mengikuti jalannya musyawarah. Tujuan utama Anjang Karya ini adalah menjembatani komunikasi antara petani dengan pemerintah daerah serta menyepakati solusi atas permasalahan musim tanam yang sedang berjalan.
Ada tujuh poin krusial yang dibahas secara mendalam dalam pertemuan tersebut. Pertama, kesepakatan mengenai tebar benih dan penanaman padi secara serentak untuk memutus siklus hidup hama. Kedua, pengaturan giliran air irigasi yang adil antarblok sawah guna menghindari konflik sumber daya air. Ketiga dan keempat, yang menjadi sorotan utama adalah kesepakatan harga biaya sewa Traktor dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional Alsintan. Hal ini penting agar biaya produksi petani tetap efisien dan terjangkau.
Kelima, strategi pencegahan hama tikus dan wereng yang sering menjadi momok bagi petani Indramayu. Keenam, memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tepat waktu dan tepat jumlah. Terakhir, kesepakatan harga jasa mesin Combi saat masa panen nanti. Dengan adanya kejelasan harga di awal musim tanam, petani dapat menghitung proyeksi keuntungan dengan lebih akurat tanpa khawatir dipatok harga tinggi sepihak oleh operator saat puncak panen.
Pelda Sulaeman dalam sambutannya menekankan pentingnya kekompakan dan transparansi. "Kehadiran Babinsa dan Muspika di sini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan. Kita sepakat bersama agar harga sewa alsintan wajar, pupuk tersedia, dan air terbagi rata. Ini kunci sukses MT 2 tahun 2026," ujarnya.
Kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WIB dalam suasana tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan. Para petani menyatakan kepuasan mereka atas hasil musyawarah yang konkret dan solutif. Sinergitas antara TNI, Polri, Pemkab Indramayu, dan masyarakat Desa Majasih ini menjadi modal sosial yang kuat untuk mewujudkan target produksi beras nasional. Dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang disiplin, diharapkan Desa Majasih dapat berkontribusi maksimal terhadap lumbung padi Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.
