HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pantau Fluktuasi Harga di Pasar Singakerta, Babinsa Serka Sudono Catat Kenaikan pada Sejumlah Komoditas Strategis


INDRAMAYU – Menjaga stabilitas harga bahan pokok merupakan prioritas utama dalam upaya melindungi daya beli masyarakat. Menyikapi dinamika pasar yang terus berubah, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Sudono, kembali turun ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Kegiatan pemantauan ini dilakukan pada Selasa (23/6/2026), dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, guna memastikan ketersediaan barang dan mendeteksi adanya gejolak harga yang dapat meresahkan warga.

Dalam patroli harganya, Serka Sudono berkeliling menyambangi para pedagang untuk mencatat harga terkini dari sepuluh komoditas strategis. Hasil pantauan menunjukkan adanya pergeseran harga yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun harga beras mengalami penurunan yang menggembirakan, sebagian besar komoditas lainnya justru mengalami kenaikan, sehingga memerlukan perhatian khusus dari aparat kewilayahan dan dinas terkait.

Berdasarkan data yang dihimpun langsung di lapangan, kabar baik datang dari komoditas beras yang harganya tercatat turun menjadi Rp12.000 per kilogram. Penurunan ini tentu sangat membantu meringankan beban belanja masyarakat. Namun, kondisi berbeda terlihat pada komoditas lainnya. Harga minyak goreng terpantau tetap di angka Rp17.000 per kilogram, namun sejumlah item penting lainnya mengalami kenaikan. Telur ayam naik menjadi Rp32.000 per kilogram, daging ayam meningkat ke level Rp36.000 per kilogram, dan daging sapi kini dibanderol seharga Rp130.000 per kilogram.

Kenaikan juga terpantau pada bumbu dapur dan bahan pendukung lainnya. Gula pasir dijual seharga Rp16.000 per kilogram, bawang merah berada di level Rp40.000 per kilogram, dan bawang putih di angka Rp42.000 per kilogram. Selain itu, harga kacang kedelai sebagai bahan baku utama industri tahu dan tempe naik menjadi Rp19.000 per kilogram, sementara jagung pipilan kering juga mengalami kenaikan menjadi Rp11.000 per kilogram.

Serka Sudono dalam keterangannya menyatakan bahwa tren kenaikan pada sebagian besar komoditas perlu diwaspadai. "Kami mencatat adanya kenaikan pada telur, daging ayam, daging sapi, gula, bawang-bawangan, kedelai, dan jagung. Hanya beras yang harganya turun. Kami akan melaporkan data ini kepada komando atas dan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan serta pihak pasar untuk memastikan apakah kenaikan ini disebabkan oleh faktor distribusi atau ada indikasi penimbunan," jelasnya.

Meski terdapat fluktuasi harga pada banyak item, suasana di Pasar Singakerta selama kegiatan monitoring berlangsung tetap tertib dan aman. Para pedagang bersikap kooperatif saat dimintai informasi, dan tidak ditemukan adanya praktik jual beli yang melanggar ketentuan. Warga yang berbelanja juga terlihat tenang, meski sebagian mulai lebih selektif dalam memilih barang sesuai dengan kondisi kantong mereka.

Kehadiran Babinsa di pasar tradisional seperti Pasar Singakerta memberikan efek psikologis positif bagi para pelaku usaha maupun konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa TNI peduli terhadap kesejahteraan rakyat kecil. Dengan adanya pemantauan rutin seperti yang dilakukan oleh Serka Sudono, diharapkan gejolak harga dapat dideteksi sejak dini sehingga langkah-langkah mitigasi, seperti operasi pasar atau subsidi distribusi, dapat segera diambil oleh pemerintah daerah jika diperlukan.

Koramil 1610/Krangkeng melalui personel Babinsanya berkomitmen untuk terus melakukan patroli harga secara berkala. Sinergi antara TNI, pedagang, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan praktik perdagangan yang merugikan konsumen, agar keamanan dan ketertiban pasar di Kecamatan Krangkeng dapat terus terjaga dengan baik demi kenyamanan bersama.
Posting Komentar