Pantau Toko Sembako Terisi, Kopda Saep Pajarudin Catat Harga Bawang Merah Masih Bertengger di Rp44 Ribu
Juni 15, 2026
INDRAMAYU – Guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah binaannya, Anggota Koramil 1613/Terisi, Kopda Saep Pajarudin, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga kebutuhan pokok. Pada Senin pagi (15/6/2026), pukul 08.00 WIB hingga selesai, Kopda Saep Pajarudin melakukan survei langsung ke berbagai toko sembako di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga sebagian besar komoditas strategis terpantau stabil, namun terdapat beberapa item yang harganya masih relatif tinggi dibandingkan minggu sebelumnya. Harga beras terpantau tetap di angka Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dijual seharga Rp16.000 per kilogram. Harga jagung juga terlihat terjangkau di level Rp10.000 per kilogram, yang menjadi kabar baik bagi masyarakat.
Namun, perhatian khusus kembali tertuju pada harga bawang merah yang masih bertengger di angka Rp44.000 per kilogram. Komoditas lain seperti telur ayam (Rp33.000/kg), gula pasir (Rp17.000/kg), kacang kedelai (Rp19.000/kg), bawang putih (Rp40.000/kg), daging ayam (Rp38.000/kg), dan daging sapi (Rp135.000/kg) terpantau mengalami fluktuasi kecil namun masih dalam batas toleransi pasar.
Kopda Saep Pajarudin berdialog dengan para pemilik toko untuk mengetahui penyebab tingginya harga bawang merah. Para pedagang menjelaskan bahwa pasokan dari daerah sentra produksi masih terbatas akibat faktor cuaca dan distribusi, sehingga mendorong kenaikan harga. Meskipun demikian, mereka memastikan bahwa stok barang secara keseluruhan masih tersedia cukup banyak dan tidak ada indikasi kelangkaan atau penimbunan. "Stok aman, hanya saja harga beli dari distributor memang masih tinggi untuk bawang merah. Kami harap pemerintah bisa membantu stabilisasi pasokan," ujar salah satu pemilik toko.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di toko-toko sembako wilayah Terisi terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya gejolak harga yang ekstrem atau keluhan keras dari masyarakat pembeli. Data hasil pemantauan ini akan segera dilaporkan oleh Kopda Saep Pajarudin kepada Danramil 1613/Terisi sebagai bahan evaluasi harian kondisi perekonomian wilayah.
Langkah rutin yang dilakukan Babinsa ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam mendukung program pengendalian inflasi daerah. Dengan pengawasan yang konsisten, Kodim 0616/Indramayu melalui Koramil 1613/Terisi berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat Terisi tetap terpenuhi dengan harga yang wajar dan transparan. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti pelaksanaan tugas.
