HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Percepat Musim Tanam Gadu dan Normalisasi Saluran, Koramil 1617 Gabuswetan Gelar Rapat Koordinasi Strategis


INDRAMAYU – Dalam upaya menjamin ketahanan pangan nasional dan mengoptimalkan hasil panen pada musim tanam Gadu (kemarau), Koramil 1617/Gabuswetan menggelar rapat koordinasi strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian dan pengairan. Kegiatan yang bertajuk "Rapat Percepatan Musim Tanam 11/Gadu dan Persiapan Normalisasi Saluran Sekunder BBWS Citarum" ini dilaksanakan pada Senin (22/6/2026), dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Camat Gabuswetan, Bapak Rusyadi Nurdin, dengan dihadiri oleh perwakilan unsur Muspika, termasuk Danramil 1617/Gabuswetan yang diwakili oleh Pelda Tarjoni, serta Kapolsek Gabuswetan yang diwakili oleh Aiptu Sanudin. Kehadiran TNI dan Polri dalam forum ini menegaskan komitmen tiga pilar untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi padi, terutama di wilayah Indramayu yang dikenal sebagai lumbung beras Jawa Barat.

Fokus utama pembahasan dalam rapat tersebut adalah percepatan masa tanam untuk musim Gadu. Mengingat musim kemarau seringkali membawa tantangan berupa keterbatasan air, sinkronisasi antara jadwal tanam dan ketersediaan air irigasi menjadi sangat krusial. Untuk itu, persiapan pelaksanaan pekerjaan normalisasi saluran sekunder oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menjadi agenda prioritas. Normalisasi saluran bertujuan untuk memperlancar distribusi air dari sumber utama ke sawah-sawah petani, sehingga risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalisir.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh kunci sektor pertanian, antara lain Kepala UPTD Pertanian, Para Kuwu se-Kecamatan Gabuswetan, Pengamat Pengairan Gabuswetan, serta Koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Gabuswetan. Selain itu, hadir pula perwakilan Ketua Aksi (Asosiasi Kelompok Tani Indonesia) dan Ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) dari tiga kecamatan tetangga, yaitu Kecamatan Gabuswetan, Kecamatan Kandanghaur, dan Kecamatan Bongas. Keterlibatan perwakilan dari kecamatan sekitar menunjukkan bahwa isu pengairan dan pola tanam memiliki dampak lintas wilayah yang memerlukan koordinasi regional yang solid.

Pelda Tarjoni, selaku perwakilan Danramil, menyampaikan bahwa TNI siap membantu kelancaran proses normalisasi saluran dan pendampingan kepada kelompok tani. "Kami akan memastikan tidak ada hambatan sosial atau teknis yang mengganggu pekerjaan normalisasi BBWS Citarum. Sinergi antara petani, dinas terkait, dan aparat keamanan sangat penting agar air bisa mengalir lancar ke hamparan sawah saat masa tanam gadu dimulai," ujarnya.

Selama seluruh rangkaian rapat berlangsung, situasi di Aula Kecamatan Gabuswetan terpantau aman, kondusif, dan lancar. Para peserta aktif berdiskusi mengenai teknis pembagian air, jadwal pengerjaan normalisasi, serta sosialisasi kepada petani agar serentak melakukan penanaman sesuai kalender tanam yang telah ditetapkan.

Dengan adanya kesepakatan dan koordinasi yang matang dalam rapat ini, diharapkan percepatan musim tanam Gadu di wilayah Gabuswetan dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Langkah proaktif ini merupakan bukti nyata dukungan Koramil 1617/Gabuswetan terhadap ketahanan pangan daerah, sehingga target produksi padi nasional dapat tercapai dan kesejahteraan petani tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau.
Posting Komentar