HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sertu Ade Widarya Pantau Pasar Haurgeulis, Harga Beras dan Bawang Merah Turun, Gula Naik Tipis


INDRAMAYU – Kabar menggembirakan bagi masyarakat Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Stabilitas harga kebutuhan pokok (sembako) di wilayah tersebut menunjukkan tren positif dengan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas strategis. Hal ini terungkap dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Sertu Ade Widarya, pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan pemantauan harga di berbagai kios dan toko sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis ini berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kehadiran Sertu Ade Widarya di tengah para pedagang merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap daya beli masyarakat. Dalam laporannya, ia mencatat adanya pergeseran harga yang cukup signifikan pada beberapa item penting dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan harga ini tentu menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga dalam mengatur anggaran belanja harian mereka.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga beras medium mengalami penurunan dari sebelumnya Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Demikian pula dengan harga bawang merah yang turun cukup drastis dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Kenaikan pasokan dari daerah sentra produksi diduga menjadi faktor utama menurunnya harga komoditas bumbu dapur ini. Selain itu, harga daging ayam juga terpantau turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, menjadikan protein hewani ini lebih terjangkau bagi masyarakat.

Namun, tidak semua komoditas mengalami penurunan. Harga gula pasir tercatat mengalami kenaikan tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Begitu pula dengan harga telur ayam yang dilaporkan mengalami kenaikan, meski angka pastinya masih dalam kisaran wajar di Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, beberapa barang pokok lainnya seperti minyak goreng tetap stabil di harga Rp17.000 per kilogram, jagung di angka Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi bertahan di level Rp140.000 per kilogram.

Sertu Ade Widarya menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau pergerakan harga ini secara berkala. "Penurunan harga beras dan bawang merah adalah kabar baik. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan pasokan tetap lancar sehingga harga bisa tetap stabil atau bahkan turun lagi," ujarnya saat berbincang dengan pemilik toko sembako.

Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Para pedagang tampak antusias menyambut kehadiran Babinsa dan bersedia memberikan informasi harga secara transparan. Tidak ditemukan adanya praktik penimbunan atau permainan harga yang mencurigakan di lapangan.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI AD dalam pembinaan teritorial, khususnya di bidang ketahanan pangan. Dengan adanya pendampingan dan pengawasan dari Babinsa, diharapkan stabilitas ekonomi masyarakat dapat terjaga dengan baik. Sinergitas antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pasar menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan adil.

Dandim 0616/Indramayu melalui Koramil 1615/Haurgeulis berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Langkah proaktif seperti pengecekan harga sembako ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Haurgeulis, serta memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas jual beli di pasar dan toko sembako wilayah Haurgeulis berjalan normal dan lancar.
Posting Komentar