Sertu Kusnadi Kawal Stabilitas Pasar Haurgeulis, Harga Beras dan Bawang Merah Kembali Turun
Juni 18, 2026
INDRAMAYU – Kabar positif kembali datang dari wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, terkait stabilitas harga kebutuhan pokok. Setelah beberapa hari sebelumnya terpantau adanya fluktuasi, hasil monitoring terbaru menunjukkan tren penurunan pada sejumlah komoditas strategis. Hal ini terungkap dari kegiatan pemantauan harga sembako yang dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Sertu Kusnadi, di berbagai kios dan toko sembako serta pasar daerah di wilayah Kecamatan Haurgeulis pada Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai ini merupakan upaya preventif TNI AD dalam menjaga daya beli masyarakat. Sertu Kusnadi turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa harga jual di tingkat eceran sesuai dengan ketentuan dan tidak ada praktik spekulasi yang merugikan konsumen. Hasil pantauannya mencatat adanya perubahan harga yang menguntungkan bagi pembeli pada beberapa item penting.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga beras medium mengalami penurunan dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan ini sangat signifikan mengingat beras adalah pangan utama masyarakat. Selain itu, harga bawang merah juga turun drastis dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sebuah kabar gembira bagi para ibu rumah tangga yang sering mengeluhkan tingginya harga bumbu dapur. Harga daging ayam pun ikut turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, membuat protein hewani ini lebih terjangkau.
Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami penurunan. Harga gula pasir tercatat naik tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Begitu pula dengan harga telur ayam yang dilaporkan mengalami kenaikan, meski masih berada di kisaran Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, beberapa barang pokok lainnya seperti minyak goreng tetap stabil di harga Rp17.000 per kilogram, jagung di angka Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi bertahan di level Rp140.000 per kilogram.
Sertu Kusnadi menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau pergerakan harga ini secara ketat. "Penurunan harga beras dan bawang merah adalah hasil dari lancarnya distribusi pasokan. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan tren positif ini terus berlanjut. Namun, kami juga waspada terhadap kenaikan pada gula dan telur," ujarnya saat berbincang dengan para pedagang.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Para pedagang tampak kooperatif dan transparan dalam menampilkan harga jual barang dagangan mereka. Tidak ditemukan adanya kelangkaan stok atau penimbunan barang yang dapat memicu gejolak harga.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI AD dalam pembinaan teritorial, khususnya di bidang ketahanan pangan. Dengan adanya pendampingan dan pengawasan dari Babinsa, diharapkan stabilitas ekonomi masyarakat dapat terjaga dengan baik. Sinergitas antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pasar menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan adil.
Dandim 0616/Indramayu melalui Koramil 1615/Haurgeulis berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Langkah proaktif seperti pengecekan harga sembako ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Haurgeulis, serta memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas jual beli di pasar dan toko sembako wilayah Haurgeulis berjalan normal dan lancar.
