Sinergi TNI, Pemkab, dan Petani di Sliyeg: Anjang Karya Percepat Musim Tanam II 2026 Demi Ketahanan Pangan
Juni 22, 2026
INDRAMAYU – Dalam rangka mengoptimalkan produktivitas pertanian dan menjamin ketahanan pangan nasional, Koramil 1607/Sliyeg bersama unsur Muspika Kecamatan Sliyeg melaksanakan kegiatan "Anjang Karya Percepatan Musim Tanam (MT) II Tahun 2026". Kegiatan yang berlangsung pada Senin (22/6/2026), mulai pukul 08.30 WIB ini, bertempat di halaman rumah Bapak Taspin, Blok Lapangan Bola, RT 013 RW 04, Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan ini bertujuan untuk membahas berbagai permasalahan teknis yang dihadapi petani menjelang musim tanam, serta menjalin komunikasi intensif antara para petani, penyuluh pertanian, dan aparatur pemerintah. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Sliyeg, Bapak Opik Hidayat, S.Sos., yang memimpin langsung forum diskusi. Dari unsur TNI, Danramil 1607/Sliyeg diwakili oleh Peltu Suwarno dan Pelda Rastika, menunjukkan komitmen penuh jajaran kewilayahan dalam mendampingi sektor pertanian.
Hadir pula perwakilan dari berbagai instansi terkait, termasuk Kuwu Desa Gadingan yang diwakili oleh Bapak Dasmun (Raksabumi), Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Sliyeg, Bapak Ahmad Damanhuri beserta empat orang staf, serta Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ibu Dian. Perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Bapak Dianto, juga hadir untuk memberikan penjelasan terkait ketersediaan air irigasi. Selain itu, Ketua Asosiasi Pupuk Kec. Sliyeg, Bapak H. Asnanto, turut berpartisipasi untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi.
Forum diskusi melibatkan sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari para Ketua Kelompok Tani (Poktan), operator traktor, serta anggota kelompok tani dan petani Desa Gadingan. Suasana pertemuan berlangsung demokratis dan solutif, dengan lima poin utama yang menjadi fokus pembahasan:
1. Pola Waktu Pengolahan Lahan dan Tanam: Disepakati jadwal serentak untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) dan tenaga kerja.
2. Pengaturan Pembagian Air: Koordinasi dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk memastikan debit air mencukupi bagi seluruh blok sawah di Desa Gadingan selama masa tanam.
3. Ketersediaan BBM Solar: Memastikan pasokan solar untuk operasional traktor dan pompa air tetap lancar, mengingat tingginya kebutuhan energi mekanis saat pengolahan lahan.
4. Pengendalian Hama: Strategi pengendalian hama tikus dan telur kupu putih (wereng/ulat) menggunakan bahan aktif sistemik yang direkomendasikan oleh POPT untuk mencegah ledakan hama sejak dini.
5. Ketersediaan dan Mekanisme Pupuk: Transparansi dalam pembagian pupuk bersubsidi melalui asosiasi dan ketua poktan untuk menghindari penyelewengan.
Pelda Rastika, selaku perwakilan Danramil, menegaskan bahwa TNI siap membantu petani dalam hal keamanan lahan dan fasilitasi jika terjadi kendala distribusi atau konflik sosial. "Kami berharap dengan koordinasi yang baik ini, target produksi padi di Kecamatan Sliyeg dapat tercapai bahkan melampaui ekspektasi," ujarnya.
Kegiatan berakhir pada pukul 10.50 WIB dalam keadaan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Para petani menyatakan kepuasan atas kejelasan informasi yang diberikan oleh pemerintah dan pihak terkait. Langkah konkret melalui Anjang Karya ini diharapkan dapat menjadi model percepatan musim tanam yang efektif, sehingga kesejahteraan petani di Desa Gadingan khususnya, dan Kabupaten Indramayu pada umumnya, dapat terus meningkat.
