HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gebrakan di Sawah Loyang! Kopda Saep Pajarudin Turun Tangan, Selamatkan 1 Hektar Lahan Poktan Rimbaraya II dari Ancaman Gagal Panen Musim Sadon


INDRAMAYU – Di tengah terik matahari yang mulai menyengat pada Senin pagi, 6 Juli 2026, pemandangan inspiratif terlihat jelas di hamparan sawah Blok Kesambian, Desa Loyang, Kecamatan Cikedung. Bukan sekadar pemandangan alam yang hijau, melainkan sebuah aksi nyata ketahanan pangan yang dipimpin oleh seorang prajurit TNI dengan dedikasi tinggi. Kopda Saep Pajarudin, Babinsa Loyang dari Koramil 1613/Terisi, tampak basah kuyup oleh lumpur dan keringat, terjun langsung ke tengah lahan seluas 1 hektar milik Bapak Nukromin. Ia tidak hanya mengawasi dari pinggir jalan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari Kelompok Tani (Poktan) Rimbaraya II dalam kegiatan pendampingan penanaman padi untuk Musim Tanam II (MT II) atau yang dikenal lokal sebagai Musim Sadon.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bukan sekadar rutinitas administratif belaka. Di tahun 2026, di mana tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga pupuk semakin kompleks, peran Babinsa seperti Kopda Saep Pajarudin menjadi sangat krusial. Kehadirannya di tengah-tengah para petani memberikan suntikan moral dan jaminan keamanan bahwa pemerintah, melalui unsur TNI, benar-benar peduli terhadap nasib petani kecil. Poktan Rimbaraya II, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kelompok tani paling aktif di Desa Loyang, merasa mendapatkan dukungan penuh dalam upaya memaksimalkan hasil panen di musim tanam kedua ini.

Kopda Saep Pajarudin melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kualitas bibit, kedalaman tanam, hingga jarak antar tanaman untuk memastikan optimalisasi fotosintesis dan pertumbuhan akar. Dengan pengetahuan pertanian yang ia miliki, ia juga memberikan masukan teknis kepada Bapak Nukromin dan anggota poktan lainnya mengenai pengendalian hama awal dan manajemen air irigasi. "Padi adalah nyawa kita. Jika sawah ini gagal, perut rakyat yang kelaparan. Maka dari itu, kita harus pastikan setiap batang padi ditanam dengan cinta dan presisi," tegas Kopda Saep di sela-sela aktivitasnya, sambil membantu merapikan barisan tanam padi yang baru saja diselesaikan.

Lahan seluas 1 hektar tersebut menjadi simbol perjuangan ketahanan pangan nasional di tingkat mikro. Bagi Bapak Nukromin, kehadiran Kopda Saep Pajarudin bukan hanya bantuan tenaga, tetapi juga bentuk pengawasan ketat agar tidak ada penyimpangan dalam penggunaan subsidi atau bantuan pertanian. Sinergi antara Babinsa dan petani ini menciptakan ekosistem pertanian yang transparan dan akuntabel. Para anggota Poktan Rimbaraya II bekerja dengan lebih semangat, knowing that they are not alone in this battle against nature and economic pressures.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Blok Kesambian terpantau sangat aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gangguan dari pihak manapun, justru suasana gotong royong yang kental terasa di udara. Warga sekitar yang melihat aktivitas tersebut turut memberikan dukungan moral, membuktikan bahwa pendekatan Babinsa yang turun ke bawah (blusukan) sangat efektif dalam membangun citra positif TNI di mata masyarakat agraris. Dokumentasi kegiatan menunjukkan kekompakan antara seragam loreng dan pakaian kerja petani, sebuah visualisasi indah dari konsep "TNI Manunggal dengan Rakyat".

Bagi Dandim 0616/Indramayu, laporan ini adalah bukti konkret bahwa Koramil 1613/Terisi, melalui tangan dingin Kopda Saep Pajarudin, telah menjalankan fungsi pembinaan wilayah dengan sangat baik. Pendampingan pertanian ini adalah investasi jangka panjang untuk stabilitas nasional. Dengan memastikan MT II berjalan sukses di Desa Loyang, Indramayu terus memperkuat posisinya sebagai lumbung padi Jawa Barat.

Kopda Saep Pajarudin telah memberikan teladan bahwa babinsa modern tidak hanya mahir memegang senjata, tetapi juga mahir memegang cangkul. Dedikasinya di sawah Blok Kesambian adalah pesan kuat bagi seluruh elemen masyarakat: bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan TNI siap berada di garis terdepan untuk mewujudkannya. Sukses untuk Poktan Rimbaraya II, dan terima kasih untuk Kopda Saep Pajarudin, pahlawan tanpa tanda jasa di balik berbutir-butir nasi yang akan dinikmati rakyat Indonesia.
Posting Komentar