HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Menjaga Butir Emas di Sawah Jatimulya: Dedikasi Serda Seoulistiyo Setiawan dalam Pendampingan Padi Varietas Kebo Cibatu

INDRAMAYU – Di hamparan sawah yang membiru di Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, seorang prajurit TNI tampak telaten menelusuri pematang sempit di antara barisan tanaman padi. Ia bukan sekadar pengamat pasif, melainkan mitra kerja bagi para petani yang tengah berjuang memastikan hasil panen terbaik. Serda Seoulistiyo Setiawan, Babinsa Jatimulya dari Koramil 1613/Terisi, kembali membuktikan komitmennya sebagai garda terdepan ketahanan pangan melalui kegiatan pendampingan pertanian yang intensif.

Pada Kamis pagi, 30 Juli 2026, tepat pukul 10.00 WIB, Serda Seoulistiyo hadir di lokasi persawahan SW II milik Bapak Ely Jalaeli. Lahan seluas 0,5 hektare ini ditanami dengan varietas unggul "Kebo Cibatu", jenis padi yang dikenal memiliki potensi produktivitas tinggi namun memerlukan perawatan khusus pada fase-fase kritis pertumbuhannya. Saat ini, tanaman padi tersebut berada pada usia 65 Hari Setelah Tanam (HST), sebuah fase krusial menuju pembentukan bulir padi yang berisi dan berkualitas.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program monitoring dan pendampingan Musim Tanam (MT) II tahun 2025/2026 ini dilakukan dengan penuh ketelitian. Serda Seoulistiyo tidak hanya memeriksa kondisi fisik tanaman dari kejauhan, tetapi juga turun langsung ke lumpur untuk mengamati ada tidaknya serangan hama, penyakit, atau kekurangan nutrisi. Ia berdiskusi secara mendalam dengan Bapak Ely Jalaeli mengenai teknik pemupukan susulan, pengelolaan air irigasi, serta antisipasi terhadap perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi masa pengisian gabah.

"Varietas Kebo Cibatu ini sangat responsif terhadap perawatan. Di usia 65 HST ini, kita harus memastikan batang padi kokoh menahan beban bulir nanti dan daun tetap hijau optimal untuk fotosintesis," ungkap Serda Seoulistiowo sambil menunjukkan beberapa rumpun padi yang tumbuh subur kepada pemilik lahan. Interaksi ini menunjukkan bahwa peran Babinsa telah bergeser dari sekadar pengawasan keamanan menjadi pendamping teknis yang memahami seluk-beluk agronomi.

Bagi Bapak Ely Jalaeli, kehadiran Serda Seoulistiyo memberikan rasa percaya diri tambahan. "Dengan didampingi Pak Babinsa, saya jadi lebih tenang. Jika ada tanda-tanda aneh pada tanaman, kami bisa segera konsultasi dan mencari solusi bersama sebelum terlambat," ujarnya dengan wajah berseri-seri melihat tanamannya yang sehat. Sinergi antara pengetahuan lokal petani dan disiplin serta wawasan teknis dari Babinsa menciptakan kombinasi kuat dalam upaya meningkatkan produksi padi nasional.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman dan lancar. Tidak ada gangguan berarti, baik dari aspek keamanan maupun teknis lapangan. Cuaca yang cerah mendukung proses observasi, memungkinkan Serda Seoulistiyo untuk mendapatkan gambaran jelas tentang kesehatan keseluruhan lahan.

Laporan ini menegaskan bahwa upaya swasembada pangan bukan hanya slogan, melainkan aksi nyata di setiap petak sawah. Melalui pendampingan seperti yang dilakukan Serda Seoulistiyo Setiawan di Desa Jatimulya, TNI berperan strategis dalam menjaga stabilitas ketersediaan beras bagi rakyat Indonesia. Setiap butir padi yang tumbuh sehat adalah kontribusi langsung terhadap kedaulatan bangsa.

Di tengah tantangan global terhadap sektor pertanian, dedikasi para Babinsa seperti Serda Seoulistiyo menjadi tulang punggung ketahanan pangan di tingkat akar rumput. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja di bawah terik matahari, memastikan bahwa lumbung padi Indramayu tetap penuh dan mampu memberi makan negeri. Kegiatan sederhana di sawah Bapak Ely Jalaeli ini adalah cerminan dari semangat besar menjaga kedaulatan pangan bangsa, satu rumpun padi pada satu waktu.
Posting Komentar