Sentuhan Hangat Babinsa Serma Solihin di Warung Desa Rajasinga: Menjaga Ketenteraman Lewat Pantauan Harga Sembako
Juli 30, 2026
INDRAMAYU – Di tengah hiruk-pikuk dinamika ekonomi yang kerap kali membuat warga resah, kehadiran sosok berseragam loreng di pelosok desa selalu membawa rasa tenang tersendiri. Bukan sekadar sebagai simbol pertahanan negara, namun juga sebagai penjaga keseimbangan kehidupan sehari-hari masyarakat kecil. Hal ini kembali dibuktikan oleh Serma Solihin, seorang Babinsa dari Koramil 1613/Terisi, Kabupaten Indramayu, yang dengan penuh dedikasi turun langsung memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di wilayah binaannya.
Pada Kamis pagi, 30 Juli 2026, tepat pukul 08.30 WIB, Serma Solihin tampak melangkah santai namun tegas memasuki area kios-kios dan warung sederhana di Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi. Kunjungan ini bukan merupakan inspeksi mendadak yang menakutkan, melainkan sebuah bentuk kepedulian nyata seorang prajurit terhadap denyut nadi perekonomian rakyat kecil. Dengan senyum ramah, ia menyapa para pedagang, bertanya tentang kondisi dagangan, dan mencatat dengan teliti setiap perubahan harga yang terjadi di pasar tradisional tersebut.
Kegiatan monitoring yang dilakukan Serma Solihin ini mencakup sepuluh komoditas strategis yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Hasil pantauannya menunjukkan stabilitas harga yang cukup terkendali, meskipun tetap dalam koridor kewaspadaan. Beras, sebagai makanan pokok utama, masih berada di angka Rp12.000 per kilogram. Angka ini menjadi kabar baik bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Rajasinga, mengingat beras adalah tulang punggung asupan gizi keluarga.
Selain beras, harga minyak goreng terpantau di angka Rp20.000 per kilogram, sementara telur ayam dijual seharga Rp29.000 per kilogram. Untuk kelompok bumbu dapur yang sering mengalami fluktuasi tajam, Serma Solihin mencatat harga cabai rawit hijau di level Rp45.000 per kilogram, cabai merah sebesar Rp28.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Gula putih stabil di harga Rp18.000 per kilogram. Sementara untuk lauk pauk, daging ayam dihargai Rp35.000 per kilogram dan daging sapi di angka Rp130.000 per kilogram.
"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada permainan harga yang merugikan warga desa. Kehadiran kami di sini adalah untuk mendengar keluhan sekaligus memberikan jaminan bahwa pemerintah hadir hingga ke tingkat paling bawah," ungkap Serma Solihin saat berbincang hangat dengan salah satu pemilik warung di pinggir jalan desa. Sikapnya yang rendah hati dan pendekatan persuasif membuat para pedagang merasa nyaman untuk berbagi informasi tanpa rasa takut.
Laporan resmi yang disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu tersebut menegaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi kondusif dan aman. Tidak ada gejolak atau kelangkaan barang yang signifikan ditemukan di lapangan. Langkah proaktif Serma Solihin ini sejalan dengan instruksi komando atas untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat grass root. Dengan mengetahui harga terkini secara akurat, jajaran TNI dapat memberikan rekomendasi atau intervensi dini jika terjadi ketidakwajaran pasar.
Bagi warga Desa Rajasinga, sosok Babinsa seperti Serma Solihin bukan lagi orang asing. Ia adalah bagian dari komunitas yang peduli. Setiap langkah kakinya menyusuri lorong-lorong kampung membawa pesan bahwa negara tidak pernah lupa pada rakyatnya. Monitoring harga sembako mungkin terlihat sebagai rutinitas administratif belaka bagi sebagian orang, namun bagi masyarakat kecil, itu adalah bentuk perlindungan nyata terhadap daya beli mereka yang terbatas.
Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, peran Babinsa di garda terdepan menjadi sangat krusial. Mereka adalah mata dan telinga negara di desa-desa. Melalui laporan rutin seperti yang dilakukan Serma Solihin ini, data yang akurat dapat dikumpulkan untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat.
Kegiatan yang berjalan lancar dan aman ini menjadi bukti konkret sinergitas antara TNI dan masyarakat. Serma Solihin telah mengajarkan kita bahwa kepemimpinan yang menyentuh hati tidak selalu harus melalui pidato besar, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana: mengecek harga beras, menyapa pedagang dengan tulus, dan memastikan bahwa setiap keluarga di Desa Rajasinga masih mampu memenuhi kebutuhan dapurnya dengan harga yang wajar. Inilah wajah TNI yang sesungguhnya: dekat, peduli, dan selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.
