Serka Sudono dan Warga Tanjakan: Membentengi Remaja dari Jerat Geng Motor dan Narkoba Lewat Dialog Hati ke Hati
Juli 30, 2026
INDRAMAYU – Di bawah terik matahari pagi Kamis, 30 Juli 2026, sebuah pertemuan hangat namun serius berlangsung di Blok Panggangjero, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng. Bukan rapat formal di gedung pemerintahan, melainkan sebuah Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar langsung oleh Serka Sudono, Babinsa Desa Tanjakan dari Koramil 1610/Krangkeng, bersama para orang tua dan tokoh masyarakat setempat. Agenda utamanya satu: menyelamatkan generasi muda dari ancaman kenakalan remaja yang kian meresahkan.
Kehadiran Serka Sudono di tengah-tengah warga membawa pesan penting tentang urgensi pengawasan parental di era modern ini. Ia membuka dialog dengan nada prihatin, menyoroti fenomena maraknya aksi geng motor yang tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menyeret para remaja ke dalam jerat tindak kriminal yang lebih serius. "Anak-anak kita adalah aset terbesar desa ini. Jangan biarkan mereka tersesat karena kurangnya perhatian dan bimbingan," tegas Serka Sudono membuka pembicaraan pukul 09.00 WIB tersebut.
Dalam kesempatan itu, Serka Sudono menyampaikan lima poin krusial yang menjadi fokus perhatian bersama. Pertama, ia menekankan pentingnya peran orang tua untuk secara aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Di tengah gempuran informasi digital dan pengaruh teman sebaya, pengawasan orang tua menjadi filter utama agar remaja tidak terjerumus ke dalam lingkaran negatif. Kedua, edukasi langsung diberikan kepada para remaja yang hadir agar memiliki keteguhan hati untuk menolak ajakan bergabung dengan geng motor. Serka Sudono menjelaskan bahwa identitas sejati seorang pemuda bukanlah dari knalpot brong atau atribut geng, melainkan dari prestasi dan akhlak mulia.
Poin ketiga yang disoroti adalah pentingnya membangun jembatan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Seringkali, kenakalan remaja berawal dari rasa kesepian atau ketidakpahaman di rumah. Dengan komunikasi yang terbuka, masalah dapat didiskusikan sebelum meledak menjadi konflik sosial. Keempat, Serka Sudono mengajak masyarakat untuk proaktif melakukan deteksi dini (Deni) dan cegah dini (Ceni). Warga diminta untuk segera melaporkan kepada Babinsa jika melihat adanya gerombolan remaja yang mencurigakan atau berpotensi memicu tawuran. Langkah preventif ini dinilai jauh lebih efektif daripada penanganan represif setelah kejadian terjadi.
Terakhir, peringatan keras disampaikan terkait mewaspadai peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan tongkrongan remaja. Serka Sudono mengingatkan bahwa narkoba dan miras sering kali menjadi pintu masuk bagi kerusakan moral yang lebih parah. Ia meminta warga untuk saling menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih dari zat adiktif tersebut.
Suasana komsos berjalan dengan sangat tertib dan aman. Para peserta tampak antusias menyimak dan memberikan tanggapan positif. Banyak orang tua yang menyadari bahwa selama ini mereka mungkin terlalu sibuk bekerja hingga lupa memantau aktivitas anak-anak mereka di luar rumah. Kehadiran Serka Sudono seolah menjadi pengingat sekaligus mitra bagi warga untuk kembali memperkuat fungsi kontrol sosial di tingkat paling dasar.
Kegiatan yang berakhir dengan lancar ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga Blok Panggangjero. Serka Sudono tidak hanya datang sebagai aparat keamanan, tetapi sebagai sahabat masyarakat yang peduli pada masa depan desa. Melalui pendekatan humanis dan dialogis, ia berhasil menanamkan kesadaran kolektif bahwa mencegah kenakalan remaja adalah tanggung jawab bersama.
Bagi Desa Tanjakan, langkah Serka Sudono ini adalah bukti nyata bahwa TNI hadir bukan hanya saat ada ancaman fisik, tetapi juga saat ada ancaman moral terhadap generasi penerus. Dengan sinergi antara Babinsa, orang tua, dan masyarakat, harapan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari pengaruh negatif geng motor serta narkoba semakin terbuka lebar. Ini adalah bentuk pertahanan negara yang paling mendasar: melindungi masa depan bangsa dari dalam rumah tangga sendiri.
