Babinsa Hadiri dan Kawal Proses Lelang Tanah Eks Pangonan Sukra Wetan, Dimenangkan Bpk. Aris Munandar dengan Tawaran Rp390 Juta
Agustus 12, 2026
INDRAMAYU – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan mengoptimalkan pengelolaan aset tanah kas desa, Pemerintah Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, melaksanakan kegiatan lelang sewa garapan untuk tanah eks pangonan dan rawa seluas 26 hektar. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (12/08/2026) pukul 09.00 WIB hingga selesai ini bertempat di Balai Aula Desa Sukra Wetan.
Lelang ini ditujukan untuk masa musim tanam tahun 2026 dan 2027, dengan harga dasar penawaran sebesar Rp336.000.000. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimca dan tokoh masyarakat, termasuk Camat Sukra Bpk. Sigit, Danramil Anjatan yang diwakili oleh Peltu Wargana, Kapolsek Sukra IPTU Andi, serta Kuwu Sukra Bpk. Wanto. Turut hadir pula para peserta lelang, panitia dari Pemerintah Desa, serta sekitar 75 orang tokoh masyarakat dan warga setempat yang menyaksikan jalannya proses lelang secara transparan.
Proses lelang berjalan sesuai tata tertib yang telah ditetapkan, dimulai dari pembukaan, sambutan, pembacaan aturan, hingga sesi penawaran harga. Tiga peserta utama yang mengikuti竞价 adalah H. Narita, H. Sidik, dan Bpk. Kadinah. Dalam putaran awal, Bpk. Kadinah muncul sebagai pemenang sementara dengan tawaran tertinggi. Namun, dalam dinamika lelang yang kompetitif, terjadi perubahan signifikan di akhir sesi.
Berdasarkan hasil final, lelang dimenangkan oleh Bpk. Aris Munandar dengan tawaran tertinggi sebesar Rp390.000.000. Perlu dicatat bahwa terdapat catatan khusus di mana pemenang pertama (Bpk. Kadinah) mengundurkan diri atau terjadi penyesuaian peserta, sehingga hak pemenang jatuh kepada Bpk. Aris Munandar yang menawarkan nilai tertinggi di atas harga dasar.
Camat Sukra, Bpk. Sigit, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari program kerja Pemerintah Desa untuk menggarap lahan tidur menjadi produktif. "Kami berharap kegiatan lelang ini berjalan baik. Bagi pemenang, kami harap dapat memberikan kesejahteraan bagi petani penggarap. Bagi yang belum berhasil, kami harap dapat menerima hasil dengan legowo demi keharmonisan desa," ujarnya.
Kehadiran unsur TNI yang diwakili oleh Peltu Wargana dan Polri dalam acara ini bertujuan untuk memantau dan memastikan proses lelang berjalan adil, terbuka, dan bebas dari intimidasi atau kecurangan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat aman, kondusif, dan tertib. Tidak ada gesekan antar-peserta maupun protes dari masyarakat, menandakan tingginya kepercayaan warga terhadap integritas panitia lelang desa.
Dengan diserahkannya hak garapan kepada Bpk. Aris Munandar, diharapkan lahan seluas 26 hektar tersebut dapat segera diolah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Sukra Wetan. Transparansi dalam pengelolaan aset desa seperti ini menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kemandirian finansial melalui potensi sumber daya alam yang ada.
