Babinsa Sanudin Bongkar Fakta Harga Sembako di Indramayu, Daging Sapi Masih 'Aman' di Angka 80 Ribu!
September 24, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan dan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas harga bahan pokok kembali menjadi sorotan utama di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif. Namun, kabar baik datang dari wilayah Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, di mana kehadiran seorang prajurit TNI AD yang dikenal dekat dengan rakyat berhasil memberikan gambaran jelas dan transparan mengenai kondisi pasar terkini. Serma Sanudin, anggota Koramil 1613/Terisi, turun langsung ke lapangan pada Kamis (24/9/2026) pagi untuk melakukan monitoring ketat, memastikan tidak ada permainan harga yang merugikan warga.
Aksi nyata Serma Sanudin dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Dengan langkah tegas namun ramah, ia menyambangi salah satu pusat perbelanjaan warga, yakni Toko Ibu Hj. Mimin, yang berlokasi strategis di Blok 05, Desa Amis, Kecamatan Cikedung. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan bagian dari upaya serius TNI dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput. Kehadiran Babinsa ini disambut antusias oleh pemilik toko maupun para pembeli yang sedang bertransaksi, menciptakan suasana dialogis yang hangat sekaligus informatif.
Dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu, Serma Sanudin membeberkan daftar harga terbaru yang terpantau di lapangan. Hasil pengecekan menunjukkan adanya variasi harga yang perlu dicermati oleh semua pihak. Untuk kebutuhan staples utama seperti beras, harga masih relatif terjangkau di angka Rp13.000 per kilogram. Demikian pula dengan minyak goreng yang stabil di kisaran Rp16.000 per kilogram, serta gula putih yang dibanderol Rp18.000 per kilogram. Angka-angka ini memberikan sedikit kelegaan bagi ibu rumah tangga yang kerap pusing mengatur anggaran belanja harian.
Namun, perhatian khusus tertuju pada komoditas bumbu dapur dan protein hewani yang mengalami fluktuasi cukup signifikan. Harga telur ayam tercatat di level Rp30.000 per kilogram, sementara daging ayam berada di angka Rp35.000 per kilogram. Yang paling mencuri perhatian adalah harga cabai rawit hijau yang melonjak hingga Rp60.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan cabai merah biasa yang "hanya" Rp32.000 per kilogram. Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi para pedagang dan konsumen untuk bijak dalam memilih bahan masakan.
Tak ketinggalan, harga bawang-bawangan juga terpantau cukup tinggi. Bawang merah dijual seharga Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih menyentuh angka Rp38.000 per kilogram. Meski demikian, ada kabar menggembirakan terkait harga daging sapi. Di tengah isu inflasi yang sering menghantui, harga daging sapi di wilayah tersebut masih terkendali di angka Rp80.000 per kilogram. Angka ini dinilai sangat kompetitif dan bersahabat dengan daya beli masyarakat lokal, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat kompleksnya rantai pasok daging sapi nasional.
Serma Sanudin menegaskan bahwa selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Toko Ibu Hj. Mimin dan sekitarnya berjalan aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya penimbunan barang atau aksi spekulasi harga yang berlebihan. Interaksi antara aparat TNI dengan pedagang dan masyarakat membuktikan bahwa sinergitas antara elemen keamanan dan warga sipil merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial-ekonomi.
Langkah proaktif yang dilakukan oleh Koramil 1613/Terisi melalui personelnya, Serma Sanudin, ini patut menjadi contoh bagi satuan lain di wilayah Indramayu. Dengan memantau harga secara rutin dan transparan, TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai pelindung kesejahteraan rakyat kecil. Masyarakat Desa Amis khususnya, merasa lebih tenang mengetahui bahwa ada mata yang awas mengawasi keseimbangan pasar mereka.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar stabilitas harga dapat terus terjaga hingga akhir tahun. Peran serta aktif dari Babinsa seperti Serma Sanudin menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu siap siaga, tidak hanya di medan perang, tetapi juga di medan ekonomi demi kesejahteraan bangsa. Warga pun diminta untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan ketidakwajaran harga di pasaran, karena kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
