HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Koramil 1618/Cikedung Nyaris Rampung 100%, Peltu Rudiyanto Turun Tangan Pasang Toren Air, Warga Sambut Gembira!

INDRAMAYU – Suasana ramai dan penuh semangat kerja terlihat di kawasan Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (23/9/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, suara mesin baby steam (alat pemadat jalan) dan dentuman palu tukang terdengar bersahut-sahutan. Bukan proyek swasta atau pembangunan mall mewah, melainkan upaya serius penyelesaian fisik Markas Komando Rayon Militer (Koramil) 1618/Cikedung yang kini telah mencapai progres fantastis sebesar 99,40 persen.

Kehadiran Peltu Rudiyanto, Danposmil 1613/Terisi, bersama dua orang anggotanya menjadi sorotan utama dalam kegiatan hari ini. Tidak hanya sekadar mengawasi dari jauh, Peltu Rudiyanto tampak turun langsung ke lapangan, memantau setiap detail pekerjaan dengan ketelitian tinggi. Bersama sepuluh orang tenaga tukang dari masyarakat setempat, mereka bahu-membahu menyelesaikan tahap akhir (*finishing*) yang krusial bagi operasionalitas koramil dan pelayanan kepada warga.

Salah satu poin paling membanggakan dari kegiatan hari ini adalah pemasangan dan pengaktifan instalasi toren air. Setelah melalui proses panjang, finally, aliran air bersih telah mengalir lancar ke seluruh area koramil. Langkah ini bukan hanya untuk kenyamanan prajurit, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai bentuk bantuan penyediaan air bersih bagi masyarakat sekitar jika terjadi krisis atau kebutuhan mendesak. "Air adalah sumber kehidupan. Dengan tersedianya infrastruktur air yang baik di Koramil, kami siap berbagi dengan warga jika diperlukan," ungkap sumber internal terkait semangat pelayanan TNI.

Selain urusan perpipaan, estetika lingkungan juga mendapat perhatian khusus. Tim pekerja fokus pada penyelesaian pembuatan taman hijau di halaman koramil serta pengecatan ulang dinding bangunan. Wajah Koramil 1618/Cikedung pun berubah drastis; dari yang sebelumnya terkesan kaku, kini menjadi lebih asri, sejuk, dan representatif sebagai wajah TNI di tengah masyarakat. Taman yang dirancang rapi diharapkan dapat menjadi tempat edukasi dan interaksi positif antara personel TNI dengan warga desa.

Tidak kalah penting, aksesibilitas menuju koramil juga ditingkatkan melalui pekerjaan pemadatan jalan depan markas menggunakan alat *baby steam*. Jalan yang sebelumnya berdebu dan berlubang kini menjadi lebih rata, kokoh, dan mudah dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Hal ini tentu memudahkan mobilitas warga yang ingin mengurus administrasi atau berkonsultasi dengan Babinsa, sekaligus meningkatkan citra profesionalisme institusi militer di mata publik.

Hadirnya sepuluh tukang lokal dalam proyek ini juga merupakan wujud nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peltu Rudiyanto memastikan bahwa tenaga kerja lokal diprioritaskan, sehingga anggaran pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kontraktor besar, tetapi juga mengalir ke kantong warga Desa Cikedung Lor. Sinergi antara aparat TNI dan masyarakat ini menciptakan suasana kerja yang harmonis, aman, tertib, dan kondusif sepanjang hari.

Dengan capaian progres 99,40 persen, Koramil 1618/Cikedung tinggal menunggu sentuhan akhir sebelum resmi dinyatakan selesai seratus persen. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Kodim 0616/Indramayu dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit sekaligus memperkuat kehadiran TNI yang humanis dan dekat dengan rakyat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau sangat kondusif. Tidak ada gangguan keamanan maupun protes dari warga. Sebaliknya, warga sekitar tampak antusias menyaksikan transformasi wajah koramil mereka. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti fisik kemajuan pembangunan yang transparan dan akuntabel.

Demikian laporan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pembinaan fisik satuan yang bertujuan untuk mendukung kelancaran tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan negara dan kesejahteraan rakyat.
Posting Komentar