Serka F. Apik Terjun ke Sawah Rajasinga, Gempur Kebiasaan Bakar Jerami Demi Selamatkan Indramayu dari Asap Beracun!
September 24, 2026
INDRAMAYU – Sebuah aksi heroik dan edukatif mengguncang ketenangan pagi di persawahan Blok Terisi, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Pada Kamis (24/9/2026) pukul 08.30 WIB, Serka F. Apik, Babinsa Desa Rajasinga yang Koramil 1613/Terisi, tampil sebagai garda terdepan dalam memerangi praktik pertanian konvensional yang merusak lingkungan: pembakaran jerami padi. Dengan semangat yang membara, ia turun langsung ke tengah hamparan sawah untuk melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) intensif bersama para petani setempat.
Langkah tegas Serka F. Apik ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap dampak negatif pembakaran lahan pasca panen. Selama bertahun-tahun, tradisi membakar jerami dianggap cara termudah bagi petani untuk membersihkan lahan. Namun, Serka Apik hadir untuk membongkar mitos tersebut. Ia menegaskan bahwa asap tebal hasil pembakaran bukan hanya mengganggu pandangan mata, tetapi juga menjadi sumber polusi udara serius yang berbahaya bagi kesehatan pernapasan warga, serta berpotensi memicu kebakaran lahan yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu, Serka F. Apik menguraikan dua misi utama dari aksinya di tengah terik matahari pagi itu. Pertama, mempererat tali silaturahmi dan hubungan emosional antara Babinsa dengan warga binaannya. Melalui pendekatan yang hangat dan tanpa sekat, Serka Apik berhasil mencairkan suasana kaku yang sering terjadi antara aparat dan masyarakat. Ia tidak datang sebagai sosok yang menggurui, melainkan sebagai mitra diskusi yang peduli pada kesejahteraan bersama.
Kedua, dan yang paling vital, adalah memberikan himbauan keras namun persuasif agar warga menghentikan kebiasaan membakar jerami. Serka Apik menjelaskan alternatif pengelolaan limbah padi yang lebih ramah lingkungan, seperti dijadikan kompos atau pakan ternak, yang justru dapat menambah nilai ekonomi bagi petani. Edukasi ini disambut dengan antusias oleh para petani di Blok Terisi, yang mulai menyadari bahwa menjaga kebersihan udara adalah tanggung jawab kolektif mereka.
Suasana di lokasi kegiatan terpantau sangat kondusif. Dialog dua arah berlangsung hidup, dengan warga aktif bertanya dan menyampaikan kendala mereka dalam mengelola sisa panen. Serka F. Apik dengan sabar menjawab setiap pertanyaan, memberikan solusi praktis, dan meyakinkan warga bahwa TNI selalu siap membantu jika diperlukan. Tidak ada ketegangan, hanya ada rasa saling menghargai dan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam Desa Rajasinga.
Kegiatan ini berjalan aman, lancar, dan tertib hingga selesai. Keberhasilan Serka F. Apik dalam mengubah pola pikir warga melalui pendekatan humanis ini menjadi bukti nyata efektivitas peran Babinsa sebagai agen perubahan di tingkat desa. Aksi ini tidak hanya menyelamatkan lingkungan dari polusi asap, tetapi juga membangun kesadaran ekologis yang kuat di kalangan petani.
Desa Rajasinga kini menjadi percontohan bagaimana sinergi antara aparat militer dan masyarakat sipil dapat menghasilkan dampak positif bagi lingkungan. Serka F. Apik telah membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di persawahan. Dengan berhenti membakar jerami, warga Rajasinga turut berkontribusi dalam upaya nasional mengurangi emisi karbon dan menjaga kualitas udara Indramayu tetap bersih.
Komitmen Koramil 1613/Terisi melalui personelnya, Serka F. Apik, patut diapresiasi setinggi-tingginya. Ini adalah bentuk nyata pengabdian TNI bagi rakyat, bukan hanya dalam hal keamanan fisik, tetapi juga dalam menjaga kesehatan lingkungan dan masa depan generasi berikutnya. Warga pun berharap kegiatan edukasi semacam ini terus berlanjut, sehingga Desa Rajasinga dapat bebas dari asap hitam selamanya.
