HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serka Mugiono Bongkar Fakta Harga Sembako di Haurgeulis, Daging Sapi Tembus Rp140 Ribu dan Gula Mulai 'Naik Daun'!


INDRAMAYU – Kabar mengejutkan datang dari pusat perekonomian Kecamatan Haurgeulis pada Kamis (24/9/2026) pagi. Pasar Daerah Haurgeulis yang biasanya riuh rendah transaksi, mendadak menjadi sorotan tajam setelah Serka Mugiono, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, melakukan sidak mendadak dan pemantauan harga bahan pokok (sembako) mulai pukul 08.30 WIB. Aksi tegas Babinsa ini berhasil mengungkap fluktuasi harga yang cukup signifikan, khususnya pada komoditas daging sapi dan gula pasir, yang kini menjadi perbincangan hangat para pedagang maupun ibu rumah tangga di wilayah tersebut.

Dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu, Serka Mugiono membeberkan daftar harga terkini yang terpantau di berbagai kios dan toko sembako di Desa Haurgeulis. Hasil pantauan menunjukkan adanya ketidakstabilan pada beberapa item vital. Yang paling mencuri perhatian adalah harga daging sapi yang masih bertengger di angka fantastis Rp140.000 per kilogram. Angka ini dinilai sangat tinggi dan berpotensi memberatkan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Selain itu, harga gula pasir juga tercatat mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram, sementara telur ayam dan daging ayam masing-masing naik menjadi Rp32.000 dan Rp40.000 per kilogram. Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan inflasi lokal jika tidak segera diredam.

Namun, di tengah kabar buruk tersebut, ada sisi positif yang ditemukan Serka Mugiono. Harga bawang merah justru mengalami penurunan drastis dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sebuah berita manis bagi para pecinta kuliner pedas. Sementara itu, harga beras medium, minyak goreng, jagung, kedelai lokal, dan bawang putih terpantau stabil. Beras tetap di Rp13.000, minyak di Rp17.000, dan bawang putih bertahan di Rp40.000 per kilogram. Stabilitas pada komoditas staples ini sedikit banyak membantu meredam kepanikan warga terhadap lonjakan biaya hidup.

Tujuan utama dari aksi monitoring yang dilakukan Serka Mugiono ini bukan sekadar pencatatan data, melainkan merupakan upaya preventif untuk menjaga kestabilan ekonomi mikro di Haurgeulis. Dengan hadirnya TNI di pasar, pesan kuat dikirimkan kepada para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang atau spekulasi harga yang merugikan konsumen. Serka Mugiono menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pasar, serta dukungan penuh terhadap kebijakan stabilisasi harga pemerintah. Kehadirannya berfungsi sebagai "rem" bagi pihak-pihak yang berniat memainkan harga di saat momen sensitif.

Situasi selama kegiatan pemantauan berlangsung aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gejolak massa atau protes keras dari pedagang terhadap kehadiran aparat. Justru, dialog terbuka terjadi antara Serka Mugiono dengan para pelaku usaha, di mana mereka diajak berdiskusi mengenai tantangan pasokan dan distribusi yang mempengaruhi harga jual. Pendekatan humanis ini membuktikan bahwa pengawasan tidak harus selalu identik dengan ketegasan yang kaku, tetapi bisa dilakukan melalui komunikasi yang membangun.

Langkah proaktif Koramil 1615/Haurgeulis melalui Serka Mugiono ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata pengabdian TNI bagi kesejahteraan rakyat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kehadiran Babinsa di pasar tradisional menjadi simbol perlindungan negara terhadap hak-hak dasar warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga wajar. Masyarakat Haurgeulis kini merasa lebih tenang mengetahui bahwa ada mata yang awas mengawasi setiap transaksi di pasar mereka.

Kegiatan ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa stabilitas harga adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, pedagang, dan masyarakat harus bersinergi untuk mencegah manipulasi pasar. Dengan monitoring rutin seperti yang dilakukan Serka Mugiono, potensi krisis pangan atau lonjakan inflasi dapat dideteksi sejak dini. Indramayu, khususnya Haurgeulis, kini memiliki garda terdepan yang siap memastikan piring makan warganya tetap terisi tanpa harus menguras kantong terlalu dalam.
Posting Komentar