HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Serka Sudono dan Kapolsek Nandang Selamatkan Warga Tanjakan dari Cengkeraman Kemarau, 18.000 Liter Air Bersih Mengalir di Tengah Krisis!


INDRAMAYU – Di tengah terik matahari yang menyengat dan kekeringan yang mulai mencekik napas warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, sebuah operasi kemanusiaan besar-besaran bergulir pada Jumat (25/8/2026). Sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.40 WIB, Blok Panggang Jero RT 016 dan RT 017, serta wilayah terdampak di Blok Karang Malang, mendadak menjadi pusat perhatian setelah ribuan liter air bersih mengalir deras berkat sinergi solid antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah. Serka Sudono, Babinsa Desa Tanjakan, tampil sebagai ujung tombak distribusi bersama Kapolsek Krangkeng AKP Nandang S, SH, memastikan tidak ada satu tetes pun bantuan yang terbuang sia-sia atau menimbulkan kerusuhan.

Krisis air bersih akibat kemarau panjang telah memaksa warga untuk bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal. Menyadari urgensi situasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu berkolaborasi dengan Polres Indramayu mengerahkan armada tangki air dengan kapasitas total fantastis: 18.000 liter. Komposisi bantuan ini terdiri dari tiga tangki berkapasitas 4.000 liter dan satu tangki raksasa berkapasitas 6.000 liter. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa bagi ratusan keluarga yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi dan mandi selama berminggu-minggu terakhir.

Kehadiran Serka Sudono di lokasi distribusi memberikan jaminan keamanan dan ketertiban yang mutlak. Ia bekerja bahu-membahu dengan Kapolsek Nandang dan enam anggota polisinya, serta perangkat desa setempat, untuk mengatur antrean warga. Strategi pengawalan gabungan TNI-Polri ini terbukti sangat efektif. Tidak ada dorong-dorongan atau protes keras dari warga yang haus; sebaliknya, suasana gotong royong dan saling menghargai tercipta di tengah antrian panjang. Serka Sudono secara aktif membantu menyalurkan selang ke jerigen-jerigen warga, sementara Kapolsek Nandang memantau situasi potensial konflik.

"Kami hadir di sini bukan hanya untuk membagi air, tetapi untuk membagi harapan," ujar Serka Sudono dalam sela-sela kesibukannya. Ia menekankan bahwa pendampingan ini adalah wujud nyata bahwa negara tidak pernah meninggalkan warganya di saat sulit. Kolaborasi dengan BPBD dan Polres menunjukkan bahwa penanganan bencana kekeringan membutuhkan pendekatan multisektor. TNI menjaga stabilitas sosial, Polri menjamin keamanan fisik, BPBD menyediakan logistik, dan perangkat desa memastikan data penerima akurat.

Warga Blok Panggang Jero dan Karang Malang menyambut bantuan ini dengan rasa syukur yang mendalam. Bagi mereka, 18.000 liter air ini adalah penyelamat dari dehidrasi dan penyakit kulit akibat penggunaan air kotor. Seorang ibu rumah tangga setempat mengungkapkan, "Biasanya kami harus berjalan jauh ke sumur tetangga yang juga sudah mulai kering. Hari ini, terima kasih Pak Babinsa dan Pak Kapolsek, kami bisa mendapat air bersih di depan rumah."

Kegiatan yang berlangsung hingga hampir dua jam ini berakhir dengan tertib, aman, dan kondusif. Tidak ada insiden keamanan yang tercatat. Laporan yang disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu ini menegaskan keberhasilan model penanganan krisis berbasis komunitas dan aparat keamanan. Sinergi antara Serka Sudono, Kapolsek Nandang, dan elemen masyarakat lainnya telah mengubah potensi konflik sumber daya alam menjadi momen pemersatu bangsa.

Aksi heroik Serka Sudono dan Kapolsek Nandang ini patut menjadi inspirasi bagi daerah lain yang menghadapi dampak El Nino. Dengan koordinasi yang cepat dan eksekusi yang disiplin, krisis air dapat diredam dampaknya. Indramayu kini memiliki bukti nyata bahwa ketika TNI, Polri, dan Rakyat bersatu, bahkan kekeringan sekalipun dapat ditaklukkan. Warga Tanjakan kini dapat bernapas lega, setidaknya untuk beberapa hari ke depan, berkat aliran air bersih yang membawa kehidupan kembali ke desa mereka.
Posting Komentar