HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sertu Carli Bongkar Fakta Harga Sembako di Rajasinga, Cabai Rawit Tembus Rp60 Ribu Sementara Daging Sapi Masih 'Aman' di Angka 80 Ribu!


INDRAMAYU – Ketegangan kembali menyelimuti pasar tradisional dan toko kelontong di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, menyusul temuan harga bahan pokok yang fluktuatif. Pada Jumat (25/9/2026) pagi, tepatnya pukul 08.30 WIB, Sertu Carli, anggota Koramil 1613/Terisi, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring ketat di Toko Ibu Jamilah, yang berlokasi strategis di Blok Terisi Wetan, Desa Rajasinga. Kunjungan mendadak ini bertujuan memastikan tidak ada permainan harga yang merugikan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hasil pengecekan yang dilakukan Sertu Carli mengungkap fakta menarik sekaligus mengkhawatirkan. Di satu sisi, kebutuhan staples utama seperti beras masih bertahan di angka stabil Rp13.000 per kilogram, seiring dengan minyak goreng di Rp16.000 per kilogram dan gula putih di Rp18.000 per kilogram. Namun, kejutan terbesar datang dari komoditas bumbu dapur. Harga cabai rawit hijau terpantau melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp60.000 per kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan cabai merah biasa yang "hanya" dibanderol Rp32.000 per kilogram. Lonjakan harga cabai rawit ini tentu menjadi pukulan berat bagi para pecinta kuliner pedas dan pedagang makanan kecil di Desa Rajasinga.

Selain cabai, harga bawang-bawangan juga terpantau cukup tinggi. Bawang merah dijual seharga Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp38.000 per kilogram. Telur ayam tercatat stabil di Rp30.000 per kilogram, sementara daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram. Meski demikian, ada kabar melegakan terkait protein hewani premium. Harga daging sapi di Toko Ibu Jamilah masih terkendali di angka Rp80.000 per kilogram. Harga ini dinilai sangat kompetitif dan bersahabat dengan kantong warga lokal, sebuah anomali positif di tengah inflasi komoditas lainnya.

Sertu Carli dalam laporannya kepada Dandim 0616/Indramayu menegaskan bahwa selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di toko dan sekitarnya berjalan aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan barang atau aksi spekulasi harga yang berlebihan oleh pemilik toko. Interaksi antara Babinsa dengan Ibu Jamilah maupun para pembeli terjalin dengan baik, menciptakan suasana dialogis yang transparan. Kehadiran TNI di pasar tradisional ini terbukti efektif sebagai deterren (pencegah) bagi pihak-pihak yang berniat memanipulasi harga.

Langkah proaktif yang dilakukan oleh Koramil 1613/Terisi melalui Sertu Carli ini patut menjadi contoh bagi satuan lain di wilayah Indramayu. Dengan memantau harga secara rutin dan transparan, TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai pelindung kesejahteraan rakyat kecil. Masyarakat Desa Rajasinga khususnya, merasa lebih tenang mengetahui bahwa ada mata yang awas mengawasi keseimbangan pasar mereka.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar stabilitas harga dapat terus terjaga. Peran serta aktif dari Babinsa seperti Sertu Carli menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu siap siaga, tidak hanya di medan perang, tetapi juga di medan ekonomi demi kesejahteraan bangsa. Warga pun diminta untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan ketidakwajaran harga di pasaran, karena kebersamaan adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi tantangan ekonomi. Indramayu kini memiliki garda terdepan yang memastikan piring makan warganya tetap terisi tanpa harus menguras kantong terlalu dalam.
Posting Komentar