Bertahun-tahun Trauma Makan Lele, Bupati Lucky Hakim Akhirnya Berubah Pikiran Usai Kunjungi Pembudidaya di Indramayu
INDRAMAYU – Siapa sangka, Bupati Indramayu Lucky Hakim ternyata pernah berhenti mengonsumsi ikan lele selama bertahun-tahun. Pengalaman melihat kolam lele yang digunakan sebagai tempat buang air besar membuatnya merasa jijik hingga memilih menghindari ikan tersebut.
Namun, pandangan Lucky terhadap ikan lele perlahan berubah setelah mengunjungi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Bina Balung Sejahtera di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (10/10/2026).
Kunjungan tersebut memberinya kesempatan untuk melihat secara langsung proses budidaya lele yang dikelola dengan memperhatikan kualitas, kebersihan, serta keamanan hasil perikanan.
Bahkan, pengalaman itu membuat Lucky berencana kembali menyantap ikan lele setelah sekian lama menghindarinya.
Trauma Melihat Kolam Lele yang Tidak Higienis
Lucky mengungkapkan, keputusannya berhenti makan lele berawal dari pengalaman yang membekas dalam ingatannya. Ia pernah melihat kolam lele yang di dalamnya terdapat tempat untuk buang air besar.
Pengalaman tersebut menimbulkan rasa jijik dan membuatnya kehilangan keinginan untuk mengonsumsi ikan lele dalam waktu yang cukup lama.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak serta-merta menggambarkan seluruh praktik budidaya lele. Menurut pengalaman yang ia saksikan kali ini, pengelolaan kolam dan penerapan standar budidaya menjadi hal penting yang memengaruhi keyakinan konsumen terhadap produk perikanan.
Kunjungan ke Pokdakan Bina Balung Sejahtera pun menjadi pengalaman berbeda bagi Lucky. Ia dapat melihat bagaimana ikan lele dibudidayakan serta bagaimana kelompok tersebut mengelola proses produksinya.
Melihat Langsung Proses Budidaya dan Pembuatan Pakan
Di lokasi budidaya, Lucky menyaksikan proses pemeliharaan ikan lele sekaligus pembuatan pakan secara mandiri oleh kelompok pembudidaya.
Pakan tersebut dibuat menggunakan sejumlah bahan, di antaranya kedelai, tepung ikan, dan jagung. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut menjadi bagian dari upaya kelompok dalam mendukung kegiatan budidaya ikan.
Melalui kunjungan itu, Lucky memperoleh gambaran lebih jelas mengenai tahapan produksi yang dilakukan pembudidaya, mulai dari pemeliharaan ikan hingga penyediaan pakan.
Ia juga mengaku semakin yakin setelah mengetahui bahwa Pokdakan Bina Balung Sejahtera memiliki sertifikasi resmi terkait kualitas dan keamanan hasil budidayanya.
Keberadaan sertifikasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mengubah pandangannya. Baginya, melihat proses budidaya secara langsung memberikan keyakinan berbeda dibandingkan hanya berpegang pada pengalaman buruk yang pernah dialaminya.
Lucky Hakim Berencana Kembali Makan Ikan Lele
Pengalaman di Kecamatan Sindang itu membuat Lucky mempertimbangkan kembali keputusannya untuk tidak mengonsumsi ikan lele.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dodi beserta keluarga yang telah memperkenalkannya pada praktik budidaya lele yang dikelola dengan baik.
“Terima kasih Pak Dodi dan keluarga sudah merubah keyakinan saya yang sudah cukup lama enggak mau makan lele karena jijik. Sekarang insyaallah saya akan makan lele lagi,” ujar Lucky.
Pernyataan tersebut menjadi momen menarik dalam kunjungannya. Setelah bertahun-tahun menghindari ikan lele akibat pengalaman yang kurang menyenangkan, Lucky kini membuka diri untuk kembali mengonsumsinya setelah melihat proses budidaya secara langsung.
Kisah ini sekaligus menunjukkan bahwa informasi dan pengalaman langsung dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu produk pangan.
Kebersihan Budidaya Penting untuk Kepercayaan Konsumen
Pengalaman Lucky menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan kolam, pengelolaan budidaya, serta penerapan standar kualitas dan keamanan pangan merupakan aspek penting dalam usaha perikanan.
Budidaya yang dikelola secara baik dapat membantu menjaga mutu hasil panen sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ikan yang dikonsumsi.
Bagi para pembudidaya, menjaga sanitasi lingkungan dan menerapkan praktik budidaya yang tepat bukan hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga dengan keyakinan konsumen terhadap keamanan produk perikanan.
Kunjungan Lucky Hakim ke Pokdakan Bina Balung Sejahtera pun menghadirkan pesan sederhana: persepsi terhadap ikan lele dapat berubah ketika masyarakat memperoleh informasi yang lebih baik dan melihat langsung bagaimana ikan tersebut dibudidayakan.***
