Gebrakan Harga di Cikedung! Serma Sanudin Bongkar Fakta Pasar, Daging Sapi Anjlok Drastis Jadi Rp80.000, Warga Bersorak Gembira!
Oktober 12, 2026
INDRAMAYU – Sebuah kejutan besar mengguncang pasar tradisional di Desa Cikefung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (12/10/2026). Pukul 08.30 WIB, suasana yang biasanya dipenuhi keluhan ibu-ibu rumah tangga tentang mahalnya harga kebutuhan pokok, mendadak berubah menjadi riuh rendah sorak kegembiraan. Penyebabnya? Kehadiran Serma Sanudin, anggota Koramil 1613/Terisi, yang turun langsung ke Toko Pak H. Jumari untuk melakukan monitoring harga bahan pokok (sembako). Namun, yang ditemukan Serma Sanudin bukan sekadar data rutin, melainkan sebuah anomali positif yang membuat mata warga berbinar: harga daging sapi terpantau hanya Rp80.000 per kilogram!
Angka ini jauh di bawah rata-rata harga nasional maupun regional yang sering kali menyentuh angka Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Penemuan Serma Sanudin ini seolah menjadi oase di tengah gersangnya daya beli masyarakat. Dengan teliti, ia mencatat setiap harga yang terpampang di rak-rak toko milik Pak H. Jumari, memastikan bahwa informasi ini akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. "Ini adalah kabar baik bagi rakyat. Jika harga di tingkat toko sudah demikian, kita harus pastikan tidak ada penimbunan atau permainan harga di tingkat distributor," ujar Serma Sanudin sambil berdiskusi hangat dengan pemilik toko.
Selain daging sapi yang menjadi bintang utama, Serma Sanudin juga memotret stabilitas harga komoditas lainnya. Beras masih kokoh di angka Rp13.000 per kilogram, memberikan rasa aman bagi ketahanan pangan dasar. Minyak goreng tercatat Rp16.000 per kilogram dan gula putih Rp18.000 per kilogram, angka yang relatif stabil meski masih menjadi beban bagi kalangan menengah ke bawah. Telur ayam ras di kisaran Rp30.000 per kilogram dan daging ayam potong Rp35.000 per kilogram juga menunjukkan ketersediaan pasokan yang cukup lancar di wilayah Cikedung.
Namun, tantangan tetap ada pada sektor bumbu dapur. Cabe rawit hijau masih merajalela di harga Rp60.000 per kilogram, hampir dua kali lipat harga cabe merah biasa yang berada di Rp32.000 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih masing-masing dibanderol Rp36.000 dan Rp38.000 per kilogram. Meski tinggi, kenaikan ini dianggap wajar oleh pedagang akibat faktor cuaca dan musim panen yang sedang berlangsung di daerah lain. Serma Sanudin mendengarkan penjelasan ini dengan saksama, mencatatnya sebagai bahan evaluasi lebih lanjut bagi komando atas.
Kehadiran Serma Sanudin di Toko Pak H. Jumari bukan hanya untuk mencatat angka. Ia menciptakan ruang dialog terbuka, di mana warga yang berbelanja bisa langsung bertanya dan mendapatkan konfirmasi harga yang transparan. Hal ini meminimalisir isu hoaks mengenai kelangkaan atau kenaikan harga sepihak. Sinergi antara aparat TNI dan pelaku usaha kecil seperti Pak H. Jumari membuktikan bahwa pengawasan pasar bisa dilakukan dengan cara yang humanis dan membangun kepercayaan.
Kegiatan monitoring yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dengan sangat aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada ketegangan, hanya ada rasa lega dari warga yang mengetahui bahwa ada pihak yang secara aktif menjaga kestabilan ekonomi mereka. Laporan ini disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bukti nyata bahwa Koramil 1613/Terisi terus hadir sebagai pelindung kesejahteraan rakyat.
Temuan harga daging sapi Rp80.000 per kilogram oleh Serma Sanudin adalah sebuah prestasi luar biasa dalam menjaga stabilitas pasar lokal. Ini menunjukkan bahwa distribusi di wilayah Cikedung berjalan efisien, atau mungkin ada inisiatif lokal yang berhasil menekan biaya produksi. Apapun alasannya, kehadiran Serma Sanudin telah membawa harapan baru. Bagi warga Cikefung Lor, seragam loreng kini tidak hanya simbol keamanan fisik, tetapi juga penjaga dompet mereka dari inflasi yang mencekik. Ini adalah wajah TNI yang sesungguhnya: dekat, peduli, dan solutif terhadap setiap denyut nadi kehidupan rakyatnya.
