Geger! Harga Cabai Rawit Melonjak Tajam hingga Rp60 Ribu, Babinsa Terisi Turun Tangan Cek Langsung Stok Sembako
Oktober 19, 2026
INDRAMAYU – Ketegangan mulai terasa di pasar-pasar tradisional dan toko kelontong di wilayah Kabupaten Indramayu seiring dengan fluktuasi harga sejumlah bahan pokok yang kian tidak menentu. Memasuki pertengahan Oktober 2026, lonjakan harga komoditas pangan strategis kembali menjadi sorotan utama masyarakat. Menanggapi kekhawatiran warga akan daya beli yang terkikis, aparat militer dari jajaran Kodim 0616/Indramayu tak tinggal diam. Serma Sanudin, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1613/Terisi, terlihat sigap melakukan inspeksi mendadak untuk memantau stabilitas harga di lapangan.
Aksi monitoring ini dilakukan pada Senin, 19 Oktober 2026, tepatnya mulai pukul 11.30 WIB. Serma Sanudin menyambangi Toko milik Bapak H. Jumari yang berlokasi di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk memastikan bahwa tidak ada permainan harga atau penimbunan stok yang dapat merugikan konsumen, khususnya ibu rumah tangga yang menjadi ujung tombak pengelolaan ekonomi keluarga.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan gambaran yang cukup mencengangkan bagi sebagian pembeli. Dari data yang dihimpun selama kegiatan monitoring, harga beras masih berada di angka yang relatif stabil yakni Rp13.000 per kilogram. Namun, situasi berbeda terjadi pada komoditas bumbu dapur. Harga cabai rawit hijau terpantau melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp60.000 per kilogram. Angka ini tentu menjadi beban berat bagi masyarakat menengah ke bawah yang mengandalkan cabai sebagai penyedap utama masakan sehari-hari.
Selain cabai rawit, komoditas lain seperti bawang merah juga terpantau tinggi di kisaran Rp36.000 per kilogram, sementara bawang putih dibanderol seharga Rp38.000 per kilogram. Cabe merah besar masih berada di level yang lebih terjangkau dibandingkan cabai rawit, yaitu Rp32.000 per kilogram. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidakseimbangan pasokan untuk jenis cabai tertentu yang mungkin dipengaruhi oleh faktor cuaca atau distribusi yang belum optimal di tingkat petani lokal.
Untuk kebutuhan protein hewani, harga daging ayam tercatat sebesar Rp35.000 per kilogram, sedangkan telur ayam negeri dijual seharga Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi masih menjadi komoditas premium dengan harga Rp80.000 per kilogram. Minyak goreng, sebagai kebutuhan vital lainnya, dipatok seharga Rp16.000 per kilogram, dan gula putih berada di angka Rp18.000 per kilogram.
Kehadiran Serma Sanudin di tengah pedagang dan pembeli mendapat sambutan positif. Ia tidak hanya mencatat harga, tetapi juga berdialog dengan pemilik toko, H. Jumari, serta beberapa pengunjung untuk mendengar keluhan langsung mengenai ketersediaan barang. Dalam pantauannya, meskipun harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, stok barang di toko tersebut masih tersedia dalam jumlah yang memadai dan tidak terjadi kelangkaan yang memicu kepanikan massa.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD, khususnya Koramil 1613/Terisi, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas ekonomi di wilayah binaannya. Dengan hadirnya Babinsa di pasar dan toko-toko, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat bahwa pemerintah terus mengawasi pergerakan harga agar tidak terjadi gejolak inflasi yang berlebihan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Kecamatan Cikedung terpantau kondusif. Tidak ada laporan kerusuhan atau aksi protes terkait kenaikan harga. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, serta melaporkan jika menemukan praktik jual beli yang tidak wajar. Langkah proaktif yang diambil oleh Serma Sanudin ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dapat menciptakan harmoni sosial sekaligus menjaga kestabilan ekonomi daerah di tengah tantangan global yang terus berubah.
