Guncangan Strategis di Kandanghaur! Serka Basri Pimpin Barisan Ketahanan Pangan, Rakor Besar-Besaran Selamatkan Lumbung Nasi Indramayu dari Ancaman Krisis!
Oktober 12, 2026
INDRAMAYU – Aula Kecamatan Kandanghaur bergetar hebat pada Senin pagi (12/10/2026). Bukan karena gempa bumi, melainkan karena intensitas diskusi strategis yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB. Di bawah sorotan lampu ruangan yang terang benderang, sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kecamatan di bidang Tanaman Pangan dan Pertanian digelar dengan urgensi tinggi. Ini bukan rapat biasa; ini adalah garis pertahanan terakhir untuk memastikan lumbung nasi Kabupaten Indramayu tetap kokoh di tengah tantangan iklim dan ekonomi global tahun 2026. Dan di tengah pusaran para pejabat sipil, hadir sosok prajurit TNI yang menjadi tulang punggung keamanan wilayah: Serka Basri, perwakilan Danramil 1616/KDH.
Kehadiran Serka Basri mewakili Danramil memberikan dimensi baru dalam rakor yang dipimpin langsung oleh Camat Kandanghaur, Rusyad Rasid, ST., M.Si., bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Indramayu, Bapak Purwiyanto. Sinergi antara unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), termasuk Kapolsek yang diwakili Aiptu Sobirin, para Lurah/Kuwu se-Kecamatan Kandanghaur, serta Kepala UPTD, menciptakan sebuah front persatuan yang solid. Mereka tidak lagi berbicara sebagai individu atau instansi terpisah, melainkan sebagai satu komando besar yang memiliki misi tunggal: swasembada pangan dan kesejahteraan petani.
Serka Basri, dengan ketajaman analisis militernya, menekankan bahwa ketahanan pangan adalah bagian integral dari ketahanan nasional. "Jika lumbung padi di Kandanghaur goyah, maka stabilitas daerah akan terganggu. Kami, TNI, siap mengamankan setiap jengkal tanah pertanian dari gangguan apa pun, baik itu hama, konflik lahan, maupun ancaman eksternal," tegasnya di hadapan para kepala desa.
Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah dari para Kuwu yang selama ini sering merasa sendiri menghadapi masalah di lapangan. Kehadiran TNI memberikan rasa aman psikologis yang luar biasa bagi para pengelola pertanian.
Bapak Purwiyanto dari Dinas Ketahanan Pangan memaparkan data terkini mengenai stok beras dan proyeksi panen raya. Sementara itu, Camat Rusyad Rasid menggarisbawahi pentingnya koordinasi cepat antar-desa untuk distribusi pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan). Dalam forum ini, Serka Basri bertindak sebagai jembatan penghubung, memastikan bahwa instruksi kebijakan dari atas dapat dieksekusi dengan disiplin militer di tingkat akar rumput.
Ia menyerukan agar para Kuwu melaporkan segera setiap anomali harga atau kelangkaan input pertanian, sehingga penanganan bisa dilakukan secara preventif sebelum menjadi krisis.
Suasana rakor berjalan dengan sangat aman, tertib, dan penuh semangat kolaboratif. Tidak ada ego sektoral yang menghambat jalannya rapat. Para peserta saling bertukar informasi, memecahkan masalah bersama, dan merumuskan strategi konkret untuk meningkatkan produktivitas lahan di Kandanghaur.
Dokumentasi yang tertangkap kamera menunjukkan wajah-wajah serius namun optimis dari Serka Basri dan para peserta lainnya, simbol keseriusan mereka dalam menjaga kedaulatan pangan rakyat.
Laporan ini disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bukti nyata bahwa Koramil 1616/KDH, melalui perwakilannya Serka Basri, terus memainkan peran sentral dalam pembangunan non-fisik.
Di tahun 2026 ini, perang terbesar bukanlah melawan musuh bersenjata, melainkan melawan kelaparan dan kemiskinan. Melalui rakor monumental ini, Kecamatan Kandanghaur telah mengkonsolidasikan kekuatannya.
Dengan kepemimpinan Camat Rusyad Rasid, dukungan teknis Dinas Pangan, pengamanan Polri, dan pendampingan tegas dari TNI seperti Serka Basri, masa depan pertanian Indramayu tampak lebih cerah.
Ini adalah kado indah bagi petani Kandanghaur: bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Ada seragam loreng yang siap berdiri di samping mereka, menjaga setiap butir beras yang menjadi nyawa bangsa.***
