HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Panen Raya Jadi Momen Emas! Serma Solihin Sulap Sawah Cikedunglor Menjadi Arena Rekrutmen TNI, Pemuda Desa Terpacu Jadi Prajurit Gagah Berprestasi!


INDRAMAYU– Pagi yang cerah di Desa Cikedunglor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (13/10/2026), diselimuti aroma khas padi matang yang siap dipanen. Namun, di balik keindahan alam tersebut, terjadi sebuah dinamika sosial yang luar biasa. Tepat pukul 09.00 WIB, Serma Solihin, Babinsa Desa Cikedunglor dari Koramil 1613/Terisi, tidak hanya hadir sebagai pengawas panen, tetapi juga sebagai motivator masa depan bangsa. Dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang inovatif ini, ia berhasil menggabungkan dua agenda vital negara: ketahanan pangan dan regenerasi prajurit TNI AD, dalam satu momentum yang menggetarkan hati warga.

Serma Solihin memulai langkahnya di pematang sawah, tempat para petani sedang sibuk dengan aktivitas panen raya Musim Tanam (MT) 2 tahun 2026. Dengan tangan terampil, ia membantu merontokkan gabah dan berdialog intensif mengenai hasil panen. "Ini adalah bukti kerja keras kita. Tapi ingat, kekuatan desa bukan hanya pada beras yang masuk lumbung, tapi pada pemuda-pemuda yang siap menjaga lumbung tersebut," ujarnya sambil menyeka keringat. Pernyataan ini menjadi jembatan halus untuk mengalihkan topik menuju tujuan kedua kegiatan: sosialisasi rekrutmen TNI AD periode 2026-2027.

Di tengah hamparan emas padi, Serma Solihin mengumpulkan para pemuda desa yang sedang membantu orang tua mereka memanen. Ia melihat potensi fisik dan mental mereka secara langsung. "Kalian sudah terbiasa bekerja keras di bawah terik matahari. Itu modal dasar seorang prajurit. Sekarang, arahkan disiplin itu untuk membela negara," serunya dengan semangat membara. Ia membagikan brosur, menjelaskan syarat administrasi, serta memberikan tips khusus untuk lolos tes kesehatan dan kesamaptaan. Antusiasme para pemuda terlihat jelas; mata mereka berbinar, bukan lagi karena kelelahan panen, tapi karena harapan baru akan masa depan yang lebih terhormat.

Sinergi antara monitoring panen dan rekrutmen ini menunjukkan kecerdasan taktis Serma Solihin. Ia memanfaatkan momen berkumpulnya seluruh elemen masyarakat—dari kakek-nenek hingga remaja putra—untuk menyampaikan pesan strategis. Silaturahmi yang terjalin bukan sekadar basa-basi, melainkan ikatan emosional yang kuat. Warga merasa dihargai karena Babinsa mereka peduli pada ekonomi keluarga (panen) sekaligus masa depan anak-anak mereka (karir militer).

Kegiatan yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dengan sangat aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada kerumunan yang kacau, hanya ada diskusi produktif di tepi sawah. Dokumentasi yang tertangkap kamera menunjukkan momen ikonik: Serma Solihin berdiri gagah di tengah tumpukan padi, diapit oleh para pemuda desa yang tampak siap tempur. Ini adalah visualisasi sempurna dari konsep Ketahanan Nasional: pangan aman, generasi unggul.

Laporan ini disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bukti nyata bahwa Koramil 1613/Terisi terus melakukan terobosan dalam pembinaan wilayah. Melalui aksi inspiratif Serma Solihin, Desa Cikedunglor tidak hanya merayakan keberhasilan panen, tetapi juga menabur benih-benih calon pemimpin militer masa depan. Di tahun 2026 ini, ketika tantangan global semakin kompleks, pendekatan humanis dan multifungsi seperti ini adalah kunci utama. Serma Solihin telah membuktikan bahwa Babinsa adalah guru, sahabat, dan pelatih bagi rakyatnya, menciptakan desa yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara pertahanan.
Posting Komentar