Spektakuler! 1.500 Warga Jatimulya Gemakan Karnaval Sedekah Bumi, Kapten Inf Asep Mulyana dan Muspika Terisi Hadirkan Pesta Rakyat yang Mengguncang Persawahan!
Oktober 14, 2026
INDRAMAYU – Langit di atas hamparan persawahan SW II, Blok Pedati II, Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, seolah ikut bergembira pada Rabu (14/10/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, keheningan alam pedesaan pecah oleh riuh rendah suara musik, tepuk tangan, dan sorak-sorai ribuan warga. Sebuah karnaval raksasa dalam rangka Adat Sedekah Bumi Desa Jatimulya Tahun 2026 resmi digelar, mengubah ladang hijau menjadi panggung perayaan budaya terbesar di wilayah tersebut. Lebih dari 1.500 warga tumpah ruah, menciptakan lautan manusia yang penuh warna, semangat, dan rasa syukur yang mendalam.
Kehadiran para pemimpin wilayah memberikan bobot istimewa pada acara ini. Kapten Inf Asep Mulyana, Danramil 1613/Terisi, hadir bersama empat anggotanya, berdiri gagah memantau jalannya karnaval. Ia tidak hanya sebagai pengawas keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang merayakan keberhasilan panen. Bersanding dengannya adalah perwakilan Kapolsek Terisi, Aiptu Aan, bersama lima anggota polsek, serta Sekretaris Camat Terisi, Bapak Agus Muttaqin, yang mewakili Camat. Sinergi tiga pilar utama—TNI, Polri, dan Pemda—terlihat jelas saat mereka berbaur dengan Kuwu Jatimulya, Bapak Rastim, SH, beserta perangkat desa, serta panitia adat yang dipimpin Bapak Gusti Riyanto, Spd., dan Sekretarisnya, Bapak Eli Julaely.
Karnaval ini bukan sekadar pawai kostum biasa. Ini adalah ekspresi seni dan budaya lokal yang dikemas secara modern namun tetap sarat makna filosofis. Peserta karnaval, mulai dari anak-anak TK hingga orang tua, mengenakan busana adat dan kreasi unik yang menggambarkan kekayaan agraris Indramayu. Ada replika alat pertanian mini, ada pula pertunjukan tari tradisional yang dibawakan di atas mobil hias. Setiap langkah kaki peserta adalah bentuk penghormatan kepada bumi yang telah memberikan rezeki melimpah. "Ini adalah cara kami berkata terima kasih kepada Tuhan dan alam. Ketika budaya dirayakan bersama, persatuan semakin kuat," ujar Bapak Gusti Riyanto dengan bangga.
Peran Kapten Inf Asep Mulyana dan Aiptu Aan sangat krusial dalam menjaga ketertiban arus lalu lintas peserta karnaval yang memanjang hingga ratusan meter. Dengan koordinasi yang solid, mereka memastikan rute karnaval steril dari gangguan kendaraan umum, sehingga 1.500 warga bisa menikmati acara tanpa rasa was-was. Kehadiran aparat keamanan yang ramah dan membantu justru menambah kemeriahan suasana. Warga merasa aman, bebas menari, bebas berswafoto, dan bebas mengekspresikan kebahagiaan mereka. Tidak ada insiden sedikit pun; nihil hal-hal menonjol yang negatif. Yang ada hanyalah tawa, senyum, dan energi positif yang mengalir deras.
Bagi Desa Jatimulya, karnaval ini adalah bukti vitalitas sosial masyarakatnya. Di era digital 2026, di mana interaksi tatap muka sering tergantikan oleh layar gawai, kemampuan mengumpulkan 1.500 orang dalam satu lokasi fisik adalah pencapaian luar biasa. Ini menunjukkan bahwa ikatan kekeluargaan dan gotong royong di Jatimulya masih sangat kokoh. Dukungan penuh dari Kuwu Rastim, SH, dan perangkat desa juga menjadi kunci sukses acara, membuktikan bahwa kepemimpinan desa yang responsif terhadap aspirasi budaya warganya akan selalu mendapat dukungan penuh.
Kegiatan yang berlangsung hingga selesai tersebut berjalan dengan sangat aman dan lancar. Dokumentasi yang tertangkap kamera menampilkan momen-momen epik: Kapten Asep Mulyana tersenyum lebar sambil memberi salam kepada peserta karnaval anak-anak, atau Aiptu Aan yang membantu menyeberangkan lansia di tengah kerumunan. Ini adalah wajah pelayanan publik yang sesungguhnya: humanis, merakyat, dan penuh cinta.
Laporan ini disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu sebagai bukti nyata bahwa Koramil 1613/Terisi terus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai sarana pemersatu bangsa. Melalui karnaval megah ini, Desa Jatimulya telah mengirimkan pesan kuat: bahwa kemajuan tidak harus menggerus tradisi. Justru, dengan melestarikan Sedekah Bumi melalui karnaval yang meriah, generasi muda diajarkan untuk mencintai tanah leluhurnya. Kapten Inf Asep Mulyana dan seluruh elemen Muspika Terisi telah berhasil menciptakan sebuah pesta rakyat yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan nasional berbasis kearifan lokal. Ini adalah kemenangan budaya, kemenangan kebersamaan, dan kemenangan hati rakyat Indramayu.
