Babinsa Serka Ahyadi Bersama Bhabinkamtibmas Monitoring Pengamanan Tradisi Mapag Sri di Desa Jatisura, Wayang Kulit Meriahkan Acara
INDRAMAYU – Tradisi adat Mapag Sri di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, berlangsung meriah dengan menghadirkan pagelaran seni budaya wayang kulit, Rabu (4/11/2026). Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif, Babinsa Desa Jatisura bersama Bhabinkamtibmas dan unsur terkait melaksanakan monitoring serta pengamanan kegiatan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi dan budaya lokal yang masih dijaga oleh masyarakat. Dalam rangkaian acara Mapag Sri kali ini, masyarakat disuguhkan pentas seni budaya berupa pagelaran wayang kulit dengan tajuk "Gelar Suara Putra" yang dibawakan oleh dalang Ki Toma Saputra.
Pagelaran wayang kulit tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sejumlah warga, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda tampak hadir untuk menyaksikan pertunjukan sekaligus memeriahkan tradisi adat yang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Dalam kegiatan monitoring dan pengamanan tersebut, hadir Lurah Desa Jatisura, Bapak Kandeg, Babinsa Desa Jatisura Serka Ahyadi yang merupakan anggota Koramil 1613/Terisi, serta Bhabinkamtibmas Desa Jatisura Bripka R. Garal dari Polsek Cikedung.
Turut hadir pula Bapak Catu selaku Binwil Satpol PP Kecamatan Cikedung, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Jatisura.
Kehadiran aparat TNI, Polri, dan Satpol PP dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas lintas sektor dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti acara adat.
Babinsa Serka Ahyadi bersama unsur pengamanan lainnya melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi kegiatan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu kelancaran acara. Monitoring dilakukan sebagai langkah deteksi dini dan cegah dini agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib.
Selain aspek keamanan, kegiatan Mapag Sri juga memiliki nilai penting dalam menjaga kelestarian budaya daerah. Tradisi ini menjadi salah satu sarana mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus mempertahankan warisan budaya yang telah tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat pedesaan.
Pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari rangkaian acara turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati kesenian tradisional. Kesenian tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan, pesan moral, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemuda juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan budaya. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat melaksanakan tradisi adat dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan monitoring pengamanan ini sekaligus mencerminkan komitmen aparat kewilayahan dalam mendukung setiap aktivitas positif masyarakat, termasuk kegiatan adat dan pelestarian seni budaya lokal.
Dengan adanya pengamanan dan pemantauan secara terpadu, diharapkan tradisi Mapag Sri dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Jatisura, sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan warga.
Hingga kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan lancar.***
