Anggota Koramil Terisi Gelar Sosialisasi Serbuan Gabah Petani (SERGAP) Masa Tanam I Tahun 2024-2025 Bersama Gapoktan Bina Makmur Desa Loyang
Terisi, Indramayu — Anggota Koramil Terisi melaksanakan sosialisasi program Serbuan Gabah Petani (SERGAP) untuk Masa Tanam (MT) I Tahun 2024-2025 bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Makmur di Desa Loyang, Kecamatan Terisi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara petani, Gapoktan, dan Bulog dalam rangka menyukseskan program pemerintah terkait penyerapan gabah.
Sosialisasi ini berlangsung pada Senin dan mendapat sambutan positif dari para petani. Dalam pertemuan tersebut, beberapa poin penting dibahas oleh Ketua Gapoktan Bina Makmur dan tokoh tani setempat, Sdr. Abdul Rojak, yang menyoroti mekanisme penyerapan gabah serta peran Bulog dalam mendukung kesejahteraan petani.
Ketua Gapoktan Bina Makmur menyampaikan bahwa pihaknya sangat merespon positif dan mendukung penuh program SERGAP. Ia menilai harga gabah sebesar Rp 6.500,- per kilogram sangat membantu petani, terutama karena harga dari para makelar sering kali lebih rendah.
“Pada dasarnya, kami sangat mendukung pemerintah dalam program SERGAP ini. Harga yang ditawarkan cukup baik dan pasti akan membuat petani lebih memilih menjual ke Bulog daripada ke makelar,” ungkap Ketua Gapoktan.
Selain itu, ia mengusulkan agar Bulog lebih aktif dalam melakukan sosialisasi terkait kebijakan pembelian gabah, terutama menyangkut varietas gabah yang dapat diterima serta mekanisme penyerapan. Hal ini penting untuk menghindari kebingungan di kalangan petani saat menjual hasil panennya.
Sdr. Abdul Rojak, salah satu perwakilan petani, juga menyampaikan dukungan serupa terhadap program SERGAP. Namun, ia menekankan perlunya sosialisasi yang lebih intensif dari pihak Bulog. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2015, program serupa pernah dijalankan, namun terkendala pada aspek kualitas gabah yang masih dipertimbangkan oleh Bulog.
Menurutnya, akan lebih baik jika Bulog membuat aturan tertulis mengenai proses pembelian gabah yang dilampirkan pada surat kesepakatan jual beli. Aturan ini diharapkan bisa memberikan kepastian bagi petani terkait standar kualitas yang harus dipenuhi.
“Kami berharap Bulog bisa melakukan sosialisasi lebih sering ke petani. Selain itu, aturan main yang jelas akan sangat membantu agar tidak ada kendala di lapangan,” ujar Abdul Rojak.
Catatan Penting Hasil Sosialisasi
-
Koordinasi Intensif
Gapoktan Bina Makmur sangat mengharapkan adanya koordinasi yang lebih intensif dengan pihak Bulog. Hal ini dimaksudkan agar informasi mengenai program SERGAP bisa tersampaikan dengan baik kepada petani melalui Gapoktan. -
Varietas dan Wilayah
Salah satu perhatian utama Gapoktan adalah terkait dengan varietas gabah dan karakteristik wilayah yang berbeda-beda. Harapannya, Bulog dapat mempertimbangkan hal ini dalam kebijakan pembelian gabah. -
Pembentukan Tim Serap Gabah
Untuk memperlancar program SERGAP, Gapoktan Bina Makmur berencana membentuk tim khusus yang akan bertugas melakukan serap gabah langsung ke lokasi-lokasi petani. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah proses penyerapan gabah serta mempercepat pencapaian target.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung hingga pukul 22.30 WIB ini berjalan dengan tertib dan aman. Diharapkan, hasil dari sosialisasi ini dapat memperkuat sinergi antara petani, Gapoktan, dan Bulog dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Terisi.
